UJI POTENSI MENGEMBANG PADA TANAH LEMPUNG DENGAN METODA FREE SWELLING TEST (Studi Kasus: Tanah Lempung Limau Manih – Kota Padang)
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Fenomena pengembangan (swelling) tanah lempung menimbulkan berbagai dampak pada konstruksi bangunan sipil. Banyak negara di dunia yang menghadapi masalah pada pengembangan tanah lempung ini seperti negara Amerika Serikat, Canada, Israel, Australia dan banyak negara di Afrika dan Asia Barat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada tanah lempung yang menitikberatkan pada potensi pengembangannya, terdiri dari aktivitas pengembangan, tekanan pengembangan, dan persentase pengembangan. Percobaan di laboratorium dilakukan dengan metoda uji pengembangan bebas (free swelling test) berdasarkan ASTM D4546-1990. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tanah lempung yang berasal dari daerah Limau Manih, kota Padang sebanyak 3 sampel disturbed dan 1 sampel undisturb. Sebelum dilakukan uji potensi pengembangan, dilakukan terlebih dahulu uji identifikasi tanah dan uji pemadatan tanah. Sampel diuji dengan alat konsolidometer (aedometer) dengan berbagai kondisi. Masing-masing sample memiliki kepadatan yang berbeda-beda. Kepadatan sampel berdasarkan uji pemadatan dengan variasi tumbukan 12, 25 dan 50 tumbukan serta juga dilakukan pengujian terhadap tanah pada kondisi tidak terganggu (undisturb). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanah yang terdapat di daerah Limau Manih, kota Padang merupakan tanah lempung ekspansif yang memiliki potensi mengembang yang tinggi dengan data tanah sebagai berikut: LL=119.37 %, PL=51.54 %, PI=67.83 %, dan GS=2.647. Pada penelitian uji pengembangan, untuk sampel pemadatan 12 tumbukan didapatkan swelling pressure 62.2 kPa, 25 tumbukan 60 kPa, 50 tumbukan 55.5 kPa dengan potensi pengembangan kecil, dan sampel undisturbed 106 kPa dengan potensi pengembangan sedang. Penelitian untuk uji potensi mengembang menghabiskan waktu total 7 hari untuk masing-masing sampel. Keywords: swelling, lempung ekspansif, free swelling test, percent swelling, swelling pressure
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it