METODE FLEKSIBILITAS GURU-GURU PESANTREN DARUD DAKWAH WAL-IRSYAD MANGKOSO DALAM MENCEGAH FAHAM RADIKALISME
Bibliographic record
Abstract
Tulisan ini mengkaji tentang fleksibilitas guru-guru dalam mencegah faham radikalisme dan sekularisme di kalangan santri Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multi disipliner yang mencakup pendekatan spiritual, psikologis, pedagogis, yuridis, fenomenologis, dan historis. Sumber data dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, kepala kampus, wakil kepala kampus, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru akidah akhlak, pembina asrama, profil pesantren, data tenaga pendidik dan kependidikan serta data santri. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai key instrumen, artinya peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dan penelitian disesuaikan dengan metode yang digunakan. Penulis menggunakan satu jenis instrumen yaitu; “Pedoman Wawancara”. Pengolahan dan analisis data mengikuti teori Miles dan Huberman, melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data (display data) dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga macam, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fleksibilitas guru-guru pondok pesantren DDI Mangkoso pada dasarnya mendukung semua asumsi dasar dari faham konstruktivisme. Yang menjadi alatnya atau media untuk mengaplikasikan teori fleksibilitas, agar bisa memberikan pengalaman realistis yang berbeda dan otentik kepada setiap individu dalam menangkal faham radikalisme dikalangan santri pesantren DDI Mangkoso, yang peniliti temukan di lapangan adalah guru-guru pondok pesantren DDI Mangkoso dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, ilmu-ilmu ushul yang menjadi kompotensi utama diajarkan.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.004 | 0.003 |
| Open science | 0.001 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.032 | 0.004 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".