POLA PEMBERIAN HADIAH DAN HUKUMAN DALAM MENDIDIK ANAK MENURUT PENDIDIKAN ISLAM
Bibliographic record
Abstract
Hadiah dan hukuman dalam pendidikan merupakan suatu alat pendidikan represif dan korektif yang menyenangkan, diberikan kepada anak didik yang memiliki prestasi tertentu dalam pendidikan, dengan pola pemberian hadiah yang tepat akan berdampak pada siswa yang memiliki kemajuan, termotivasi, dan memiliki tingkah laku yang baik sehingga dapat menjadi tauladan bagi teman-temannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan lama penelitian satu bulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa : Hadiah dan hukuman dalam perspektif pendidikan Islam diperbolehkan karena digunakan untuk memberikan perasaan senang dan teguran kepada anak didik. Perasaan senang yang muncul memungkinkan membuat gairah anak untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya. Sedangkan hukuman merupakan salah satu bentuk dari kasih sayang kepada anak. Kalaupun pendidik menghukum, maka itu semata-mata untuk memperbaiki tingkah laku anak. Pola pemberian hadiah dan hukuman yang efektif untuk memotivasi belajar anak di sekolah masih relevan penggunaanya, untuk itu pendidik harus memperhatikan dan memahami pola yang baik sehingga memberi hukuman kepada anak didik tetap selaras dengan undang-undang yang berlaku saat ini yaitu undang-undang perlindungan anak. Ini artinya bahwa metode pemberian hadiah dan hukuman yang diguanakan guru selaras. Karena terkadang ada anak yang hanya bisa diperbaiki tingkah lakunya dengan menggunakan cara yang sedikit keras seperti hukuman. Dampak dari pola pemberian hadiah dan hukuman menurut pendidikan Islam positif diterapkan, efektifitasnya tergantung dari pola yang diterapkan pendidik dan dari sudut pandang evolusi banyak yang menghindari hukuman. Disisi lain, hadiah atau penghargaan akan memberikan efek yang positif sehingga anak merasa dihargai sehingga akan meningkatkan motivassi dalam belajarnya di kelas.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.007 | 0.004 |
| Open science | 0.001 | 0.003 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.068 | 0.015 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".