Efektivitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di UPT Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Dan Permukiman Wilayah Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Efektivitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di UPT Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Wilayah Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya ditemukan adanya permasalahan kurang efektifnya P3-TGAI antara lain masih adanya saluran irigasi yang belum mendapatkan P3-TGAI dan kurangnya sosialisasi P3-TGAI oleh pegawai UPTD. Dari permasalahan tersebut, penulis merumuskan masalah. Bagaimanakah Efektivitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di UPT Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Wilayah Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di UPT Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Wilayah Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta studi dokumentasi. Wawancara dan triangulasi dilakukan terhadap informan penelitian yaitu Kepala UPTD, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Pelaksana UPTD, Ketua P3A, dua orang anggota P3A dan 2 orang petani. Teknik analisis data dengan, reduksi data, display data serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis menyimpulkan bahwa efektivitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di UPT Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Wilayah Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya belum tercapai. Dari lima dimensi efektivitas yang dianalisis, dua dimensi efektivitas belum dilaksanakan dengan baik yaitu dimensi keberhasilan program dan dimensi keberhasilan sasaran sedangkan dimensi efektivitas yang telah dilaksanakan dengan baik adalah dimensi kepuasan terhadap program, dimensi tingkat input dan output, dan dimensi pencapaian tujuan menyeluruh.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.004 | 0.003 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.002 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it