STRATEGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA ABAD-21 DALAM TANTANGAN MELAWAN PANDEMI COVID-19
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Salah satu dari tujuan pendidikan adalah mempersiapkan siswa dalam hal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar kelak dapat berfungsi sebagai orang dewasa. Dengan perubahan yang cepat terjadi di dunia ini, maka perlu dilakukan penilaian kembali tentang apa yang diharapkan dipelajari oleh siswa di sekolah.Belakangan ini pengetahuan tentang proses belajar mengajar yang efektif berkembang sangat cepat. Sebagai contoh, pengetahuan psikologi perkembangan dan pembelajaran berkembang lebih jauh dalam hal kemampuan untuk mempersiapkan intelegensia dan pengambilan keputusan. Hal lain, pengetahuan tentang gaya belajar-mengajar lebih dititikberatkan pada latihan terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. Para pendidik diharapkan agar memahami bahwa belajar merupakan proses interaktif di mana siswa terlibat aktif dalam tugas-tugasnya yang dapat dicapai, bermanfaat, relevan, dan menantang.Potensi-potensi yang berkembang meliputi (a) kurikulum, dari yang bersifat statis, hirarkhis, dan terpisah-pisah, menjadi dinamis, egaliter, dan terintegrasi; (b) pengajaran, dari yang berpusat pada guru dan bersifat transmisi pengetahuan, menjadi berpusat pada siswa dan bersifat transaksi; (c) interaksi guru-siswa, dari yang terkontrol oleh guru, kompetitif, dan mengikuti kemauan guru, menjadi memberikan penguatan (empowering), kooperatif, dan divergen (Saskatchewan, 1988).Dengan demikian, diharapkan para guru berupaya untuk memahami bahwa pengajaran yang efektif akan terjadi apabila siswa ditempatkan sebagai fokus dalam suatu keputusan yang tidak hanya tentang ketercapaian kurikulumnya saja tetapi juga dalam hal proses di mana kurikulum tersebut dilaksanakan. Dalam konteks ini, dibutuhkan suatu pemahaman adanya hubungan positif antara guru dan siswa. Hal ini sejalan dengan pemikiran yang terdapat dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, di mana belajar diartikan sebagai kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.010 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.000 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.005 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.064 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it