Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Rejang Lebong
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Keterampilan menulis teks eksplanasi merupakan bagian dari keterampilan berbahasa Indonesia yang harus dikuasai oleh siswa kelas XI SMA. Gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi di SMA menjadi dasar refleksi para guru bahasa Indonesia. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis teks eksplanasi pada kelas XI SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis teks eksplanasi siswa kelas XI IPS sudah dilaksanakan dengan tiga tahapan: pertama, kegiatan pendahuluan, guru mengucapkan salam, menyapa siswa, menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis, melakukan apersepsi dengan cara tanya jawab dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, kegiatan inti pembelajaran, guru mengajak siswa memahami pengertian dan ciri-ciri teks eksplanasi, mengindentifikasi informasi pengetahuan dan deretan penjelas teks eksplanasi, menganalisis struktur dan kebahasaan, dan memproduksi teks eksplanasi. Ketiga, kegiatan penutup, guru menyimpulkan materi pembelajaran dengan melibatkan siswa sehingga guru mengetahui pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran direncanakan menggunakan model pembelajaran discovery learning dan project based learning, tetapi dalam proses pembelajaran, penerapan model pembelajaran tersebut pelaksanaaanya belum maksimal. Penilaian yang dilakukan guru baru sekadar penilaian psikomotor, sedangkan penilaian sikap dan kognitif tidak dilakukan.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.005 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.006 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.003 | 0.003 |
| Open science | 0.005 | 0.003 |
| Research integrity | 0.001 | 0.005 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.002 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it