Kajian Tarif Angkutan Laut Trayek Kota Makassar – Pulau Barrang Lompo Pada Saat Pandemi Covid-19
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah Indonesia membatasi pergerakan masyarakat untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Peraturan ini juga diberlakukan oleh pemerintah daerah Kota Makassar. Pembatasan ini mempengaruhi ekonomi masyarakat terutama kegiatan usaha yang terkait dengan pergerakan penduduk. Demikian pula yang terjadi pada angkutan laut di Kota Makassar, khususnya trayek Kota Makassar–Barrang Lompo. Pembatasan kapasitas angkut penumpang menjadi 50% dari kapasitas angkut kapal maksimum serta pembatasan jam kerja menyebabkan menurunnya produktivitas angkutan laut pada trayek ini. Selain itu, pergerakan penduduk pada rute Kota Makassar– Barrang Lompo berkurang menyebabkan demand angkutan laut menurun sehingga jumlah frekuensi pelayanan menurun. Hal ini secara langsung berpengaruh pada pendapatan angkutan laut. Dengan tarif yang diberlakukan pada masa pandemi yakni RP. 25.000, penelitian ini bertujuan menentukan tarif minimum kapal-kapal yang beroperasi pada rute ini sehingga dapat diketahui dengan produktivitas dan jumlah frekuensi kapal yang menurun, apakah tarif yang diberlakukan dapat menutupi biaya operasional kapal. Penentuan tarif minimum menggunakan metode Required Freight Rates (RFR). RFR adalah tarif minimum yang dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan terkait dengan kegiatan operasional kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif minimun dari enam kapal yang beroperasi pada masa pandemic Covid-19 adalah sebesar Rp. 11.582 – Rp. 32.486. Tarif minimum beberapa kapal yang beroperasi masih lebih tinggi dari tarif yang berlaku. Oleh karenanya, perlu dilakukan peninjauan ulang untuk tarif kapal yang dikenakan bagi penumpang pada rute Kota Makassar-Barrang Lompo jika kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat diberlakukan lagi.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.003 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.007 | 0.007 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it