PENGARUH MANAJEMEN NYERI AKUT TERHADAP INTENSITAS NYERI 72 JAM, SKOR MPQ DAN EFEK SAMPING PASCAOPERASI ORTOPEDI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH DENPASAR
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Latar belakang : Nyeri pascaoperasi merupakan risiko yang harus dihadapi pasien yang akan menjalani operasi ortopedi.Upaya untuk menangani nyeri dilakukan dengan manajemen nyeri dengan pendekatan multimodal baik dengan agenopioid serta anestesi lokal, tetapi efek dari terapi multimodal ini masih belum dievaluasi kembali pada pasien ortopedi. Untuk menilai efektivitas dari terapi multimodal yang dijalankan untuk menurunkan nyeri, efek samping, dan skor nyeri McGill, maka evaluasi akan dilakukan evaluasi melalui penelitian ini. Metode : Studi ini merupakan sebuah studi Observational Cohort. Dua ratus pasien dewasa berusia 18 tahun keatas yang memenuhi kriteria eligibilitas yang menjalani operasi ortopedi dengan anestesi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar selama periode penelitian (November – Desember 2024), direkrut ke dalam penelitian. Setelah data pasien dicatat, pasien akan diikuti sampai 3 hari setelah operasi selesai untuk pengumpulan data. Subjek akan dibagi menjadi kelompok dengan terapi multimodal analgesia regional-based (MMR) atau kelompok dengan terapi multimodal analgesia opioid-based (MMO). Uji statistik perbandingan kategorik dan numerik, serta analisis kovariat dilakukandengan software SPSS. Hasil : Terdapat 200 subjek yang datanya dapat digunakan untuk Analisa. Uji statistik menunjukkan skor VAS yang lebih rendah pada kelompok MMR dibandingkan kelompok MMO. Terdapat insiden mual yang rendah (5%) pada kelompokkedua kelompok. Subjek yang menerima multimodal analgesia pascaoperasi menunjukkan skor MPQ yang rendahterutama pada pada kelompok MMR. Kesimpulan : Manajemen nyeri akut multimodal analgesia menunjukkan intensitas nyeri yang lebih rendah secara statistik pada subjek dengan terapi regional analgesia dengan anestesi lokal tetapi secara klinis kedua kelompok menunjukkan nilai nyeri yang rendah. Multimodal analgesia baik dengan terapi opioid atau regional analgesia menunjukkan tingkat mual yang rendah. Multimodal analgesia dengan terapi regional analgesia menunjukkan skor MPQyang lebih rendah.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.024 | 0.048 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.003 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.007 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.004 | 0.006 |
| Research integrity | 0.002 | 0.013 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.004 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it