LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi penyumbang atlet untuk kejuaraan nasional maupun internasional dalam olahraga renang. Untuk kejuaraan nasional, atlet Sumatera Utara selalu mendapatkan tempat di final kejuaraan PON meskipun dalam beberapa edisi PON terakhir tidak mendapatkan medali. \nSedangkan untuk kejuaraan internasional, nama Indra Gunawan terdengar tidak asing lagi, atlet renang asal Pematang Siantar tersebut merupakan peraih medali emas di SEA Games 2009 Laos, SEA Games 2015 Singapura, dan SEA Games 2017 Indonesia. Dia juga mengikuti berbagai kejuaraan tingkat internasional lainnya seperti Asian Games, Kejuaraan Akuatik Dunia. \nPenurunan prestasi yang terjadi pada atlet Sumatera Utara ini karena kondisi sarana dan prasarana pendukung yang masih kurang memadai. Salah satu stadion yang biasa digunakan oleh para atlet untuk berlatih secara rutin ialah Kolam Renang Selayang Medan. Kolam renang tersebut dapat dikatakan masih kurang memenuhi standart internasional dilihat dari ukuran kolam, kedalaman serta fasilitas penunjang di sekitarnya. \nOleh karena itu dibutuhkan sebuah GOR Renang, yang berfungsi sebagai pusat dari segala kegiatan olahraga akuatik seperti renang, loncat indah, selam, maupun perlombaan akuatik untuk para atlet. Selain itu juga bisa dijadikan sarana rekreasi bagi masyarakan umum. GOR Renag ini diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung agar para atlet Sumatera Utara dapat mengukir prestasi dalam olahraga akuatik baik dalam skala nasional maupun internasional. Serta diharapakan menjadi bangunan iconic di Kota Medan. \nKajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Gelanggang Olahraga Renang, jenis dan klarifikasi Gelanggang Olahraga, serta studi banding beberapa Gelanggang Olahraga Renang yang ada di Indonesia. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitketur High-tech. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Pemilihan tapak berdasarkan perbandingan serta penilaian beberapa tapak alternatif yang ada di Kota Medan. \n
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.000 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.000 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it