THE UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY BASED LEARNING MEDIA IN LEARNING
Pourquoi ce travail est dans la base
Une base qui oublie comment elle a trouvé un travail ne peut pas être vérifiée. Voici les voies qui ont admis celui-ci.
Notice bibliographique
Résumé
Abstract, The development of information technology has supported the learning process so that it can be conducted whenever and wherever. Thus, teacher does no longer become the central figure and school is no longer the only learning environment for students. Teacher and school are only facilitator and mediator in learning. IT based learning media makes learning process multidimensional and multi purposes. This research aims to find out teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media. This research used survey method. The population was all primary school teachers in Cisaat district Sukabumi regency. The subjects were 45 teachers randomly chosen from schools in Cisaat district. The results showed that teachers' perception on the utilization of IT based learning media in increasing the learning quality was very positive with the percentage of 80.67%; teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media in expanding and improving access in learning was about 73.56%; teachers' perceptions on the development of IT based learning media in improving teachers' professionalism was 78%; and teachers' perceptions on the tendency of the utilization of IT based learning media in distance education model was about 71.41%. Hence, it can be concluded that IT based learning program has an opportunity to be implemented in Cisaat district because the teachers already have good understanding about the function of IT based media in learning.Keywords: media, information technology, teacher perception, learning Abstrak, Perkembangan dunia saat ini menunjukkan kecenderungan bahwa dalam konteks pendidikan masa depan, setiap individu akan dihadapkan pada tantangan dan kebutuhan yang tidak akan sepenuhnya dapat terpenuhi melalui sistem pendidikan konvensional. Dalam konteks ini, dukungan perkembangan IT memungkinkan proses pembelajaran terjadi kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian, guru tidak lagi menjadi figur sentral dan sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya lingkungan belajar bagi peserta didik. Guru dan sekolah hanyalah fasilitator dan mediator pembelajaran. Media pembelajaran berbasis IT membuat proses pembelajaran bersifat multi dimensi dan multi purposes. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru terhadap pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh Guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Dalam penelitian ini subyek penelitian ditetapkan adalah sebagian Guru yang dijadikan sampel penelitian yang mewakili wilayah Kecamatan Cisaat. Dalam hal ini, subyek penelitian ini terdiri dari 45 guru yang dipilih secara acak dari Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Cisaat. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa skor persepsi media pembelajaran berbasis IT pada bagi guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi menunjukkan persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam meningkatkan mutu pembelajaran menunjukkan persepsi sangat positif dengan nilai persentase sebesar 80.67%, persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam memperluas dan mempermudah akses terhadap pembelajaran dengan nilai persentase sebesar 73.56%, persepsi guru terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis IT meningkatkan profesionalisme guru dengan nilai persentase sebesar 78.00%, dan persepsi guru terhadap kecenderungan penggunaan media pembelajaran berbasis IT dalam model pembelajaran jarak jauh dengan nilai persentase sebesar 71.41%. Dengan demikian, program pembelajaran berbasis IT memiliki peluang untuk diimplementasikan di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi karena guru telah memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi media berbasis IT dalam pembelajaran. Kata Kunci : Media, Teknologi infomasi, persepsi, pembelajaran
Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.
Prédiction distillée sur la base complète
Imitation des enseignantsNi prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.
Scores Codex et Gemma par catégorie
| Catégorie | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Métarecherche | 0,001 | 0,003 |
| Méta-épidémiologie (sens strict) | 0,000 | 0,000 |
| Méta-épidémiologie (sens large) | 0,000 | 0,000 |
| Bibliométrie | 0,000 | 0,001 |
| Études des sciences et des technologies | 0,000 | 0,000 |
| Communication savante | 0,000 | 0,000 |
| Science ouverte | 0,000 | 0,000 |
| Intégrité de la recherche | 0,000 | 0,000 |
| Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger) | 0,000 | 0,000 |
Scores machine (provisoires)
Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.
Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.
score_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle