Pengaruh implementasi sistem informasi akuntansi terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna di institut pertanian bogor
Pourquoi ce travail est dans la base
Une base qui oublie comment elle a trouvé un travail ne peut pas être vérifiée. Voici les voies qui ont admis celui-ci.
Notice bibliographique
Résumé
Sistem informasi akuntansi yang memadai menjadi suatu kebutuhan utama bagi perguruan tinggi termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam sistem informasi akuntansi (SIA), kualitas dari informasi yang disediakan merupakan hal penting dalam implementasi kesuksesan sistem. Secara konseptual, seluruh sistem organisasional mencapai tujuannya melalui proses alokasi sumberdaya, yang diwujudkan melalui proses pengambilan keputusan manajerial. Informasi memiliki nilai ekonomik pada saat ia berkontribusi untuk mendukung keputusan alokasi sumberdaya, artinya mendukung sistem untuk mencapai tujuan. \nPermasalahan tentang implementasi SIA ini penting diangkat sebagai topik tesis karena penulis ingin mengetahui kesuksesan implementasi sistem informasi akuntansi (SIA) yang dibangun Biro Keuangan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan status Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH). Selama kurang lebih tujuh tahun diimplementasikan, SIA IPB belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengukur kinerja SIA tersebut. Evaluasi terhadap implementasi SIA merupakan kegiatan yang penting dan harus dilakukan untuk mengetahui dan mengukur apakah sistem informasi tersebut telah mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Menurut DeLone dan McLean, sistem informasi dikatakan sukses dalam implementasi apabila variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. \nTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji: (1) pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan terhadap penggunaan SIA IPB, (2) pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengguna SIA IPB, (3) pengaruh penggunaan terhadap kepuasan pengguna SIA IPB, serta (4) pengaruh variabel moderasi karakteristik responden antara kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi IPB. Penelitian ini menggunakan model dasar DeLone dan McLean (2003) yang dimodifikasi dengan tidak menyertakan variabel intensitas penggunaan dan variabel manfaat bersih, ditambah dengan variabel moderasi karakteristik responden. Indikator variabel yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari berbagai penelitian sebelumnya diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Livari (2005), McGill et al. (2003), Pitt et al. (1995), dan Santi (2012) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert 1–5, dengan kriteria 1 sangat tidak setuju, 2 tidak setuju, 3 netral, 4 setuju, dan 5 sangat setuju untuk masing-masing item pertanyaan pada kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Bendahara Pembantu Pengeluaran (BPP) di seluruh unit kerja di lingkungan IPB yang telah mengimplementasikan SIA. Berdasarkan kerangka pemikiran yang dirumuskan, kemudian disusunlah 9 hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini. \nUji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan bantuan sofware SPSS. Uji hipotesisnya menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) teknik estimasi Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Secara umum dapat diperoleh kesimpulan bahwa implementasi SIA Biro Keuangan IPB belum sukses sepenuhnya, karena hipotesis 1 dan hipotesis 6 tidak berpengaruh signifikan. Namun demikian, secara umum model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean (2003) merupakan kerangka yang dapat dijadikan model untuk melakukan evaluasi atas implementasi sistem informasi akuntansi di Biro Keuangan IPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap penggunaan, (2) kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan, (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap penggunaan, (4) kualitas informasi berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, (5) kualitas sistem berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, (6) kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna, (7) penggunaan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, (8) karakteristik responden tidak memoderasi hubungan antara kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap penggunaan, dan (9) karakteristik responden tidak memoderasi hubungan antara kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengguna SIA. \nImplikasi manajerial sebagai konsekuensi logis yang dapat disampaikan kepada unit terkait sebagai masukan berdasarkan hasil penelitian antara lain (1) berkaitan dengan hasil penelitian bahwa kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap penggunaan, Biro Keuangan harus melakukan inventarisasi terhadap kebutuhan informasi pada level unit kerja, (2) menindaklanjuti hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, upaya yang dapat dilakukan Biro Keuangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengguna SIA antara lain dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja SIA dan menyusun SOP pelayanan, (3) Direktorat Integrasi Data dan Sistem Informasi (DIDSI) dengan Biro Keuangan selaku penyedia layanan SIA perlu mempunyai perencanaan terpusat dan terstruktur yang dituangkan dalam bentuk master plan TI yang menyangkut aspek pengembangan sistem, pemeliharaan (infrastruktur) dan peningkatan terhadap kualitas sumberdaya manusia serta aspek lainnya seperti alokasi anggaran dan juga prosedur yang memudahkan dalam pengelolaan SIA, dan (4) pimpinan IPB yang terkait dengan kebijakan pengelolaan keuangan dapat aktif mengembangkan SIA, karena pimpinan merupakan pihak yang paling berkepentingan terhadap laporan dan posisi keuangan setiap saat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.
Prédiction distillée sur la base complète
Imitation des enseignantsNi prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.
Scores Codex et Gemma par catégorie
| Catégorie | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Métarecherche | 0,001 | 0,001 |
| Méta-épidémiologie (sens strict) | 0,003 | 0,002 |
| Méta-épidémiologie (sens large) | 0,002 | 0,001 |
| Bibliométrie | 0,001 | 0,004 |
| Études des sciences et des technologies | 0,004 | 0,000 |
| Communication savante | 0,003 | 0,006 |
| Science ouverte | 0,006 | 0,001 |
| Intégrité de la recherche | 0,002 | 0,003 |
| Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger) | 0,000 | 0,000 |
Scores machine (provisoires)
Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.
Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.
score_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle