EMPLOYING THE COMBINING ARRANGEMENT TYPE OF GROUP WORK STRATEGY TO IMPROVE THE SPEAKING SKILL OF THE STUDENTSOF VOCATIONAL HIGH SCHOOL 4 MALANG
Pourquoi ce travail est dans la base
Une base qui oublie comment elle a trouvé un travail ne peut pas être vérifiée. Voici les voies qui ont admis celui-ci.
Notice bibliographique
Résumé
ABSTRACT Pratiwi, Septie R., 2016. Employing Combining Arrangement Type of Group Work Strategy to Improve the Speaking Skill of the Students of Vocational High School 4 Malang. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M. Ed. (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Key Words: Speaking Skill, Group Work Strategy, the Combining Arrangement, English in Vocational School, SMKN 4 Malang Preparing the students to be the ideal workers in this globalization era is the aim of Vocational School. Therefore, English is included in the curricula with both written and spoken languages were taught in order to enhance students’ capability and support the skill they prepared for. However, in reality, speaking skill is not really explored since the focus of the learning is final examination. Just like what happened in SMKN 4 Malang, students are given more materials in reading and writing for the sake of the examination. This situation discouraged the students to speak for they are afraid of their own capability and anxiety in speaking. The research objective is basically finding the steps on how group work strategy improves students’ speaking skill. The Preliminary study confronted the fact that students were actually targeted to master all four skills in a very short period of time. However, through the observation, it is revealed that students felt the anxiety of speaking because of exposures and practices lacks. Therefore, in order to eradicate this problem, the researcher formulated the research problem as how students’ speaking skill could be improved through group work strategy. This research applied collaborative classroom action research which involved the researcher and some observers. The Combining Arrangement type of group work was applied in this research that students had equal information to share which require them to speak at the end of the day. The result was measured through READI scoring rubric adapted from IATEFL criteria and the Canadian Language Benchmarks. It covered all aspects in speaking like vocabulary, fluency, confidence, and interaction. It is measured under the scale of 1 to 4 which indicates the success of every aspect. In conducting the research, the strategy was integrated with scientific approach which was resulted in six steps of the implementation. It started with observing and questioning. After that, it added the step of grouping. The rest of the step were exploring, associating, and communicating which used the group work strategy. This strategy was proven to be successful in improving students speaking skill. It is proven by the result of the research which revealed100% students were improved in speaking skill under the criteria of success of 5 points. Even more, students felt the enjoyment of study in group. The questionnaires showed the idea of students being comfortable working together in groups, proven by 72% students who like the strategy applied in speaking class. Even more, 72% students were also thought that the strategy gave them bigger chance to speak and practice in class that they could improve their speaking skill. Therefore, the strategy was defined as successful in solving the students’ anxiety problem in speaking. Hence, the group work strategy can improve students’ speaking skill significantly within six steps to conduct the strategy integrated with the scientific approach steps, which are observing, questioning, grouping, exploring, associating, and communicating. More aspect to be concerned on further research are basically about; all the assistance needed, the activities and materials involved, and not to mention the classroom management. It is suggested that making a good teaching and learning activities using group work strategy, teacher should have more preparation in designing activities and all the settings needed together with any communicative strategies attached to it. Even more, additional assistance should never be forgotten from the very first place. ABSTRAK Pratiwi, S. R., 2016. Penggunaan Strategi Pembelejaran Kerja Kelompok Tipe ‘Combining Arrangement’ dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M. Ed. (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci: Speaking Skill, Group Work Strategy, the Combining Arrangement, English in Vocational School, SMKN 4 Malang Mempersiapkan siswa untuk menjadi pekerja yang ideal di dunia kerja pada era globalsasi ini adalah tujuan pokok dari Sekolah Kejuruan. Maka dari itu, Bahasa Inggris menjadi salah satu pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan SMK dengan pembelajaran secara tertulis dan berbicara untuk mendukung keahlian teknis yang dipelajari. Namun, secara realita, pembelajaran berbicara tidak diaplikasikan secara seimbang dikarenakan lebih besarnya focus pembelajaran terhadap ujian akhir nasional. Hal tersebut juga terjadi di SMKN 4 Malang dimana siswa lebih banyak belaajar membaca dan menulis. Situasi ini menciutkan minat siswa dalam berbicara karena ketakutan akan kemampuan dan kelemahan berbicara yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini mengetahui langkah apa saja yang dapat dilakukan melalui strategi pembelajaran kerja kelompok untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Pada pemetaan awal, fakta mengemukakan bahwa siswa ditargetka untuk menguasai seluruhnya 4 kompetensi berbahasa Inggris dalam waktu yang sangat singkat. Namun, dari observasi yang dilakukan, terdapat fakta bahwa ketakutan siswa akan berbicara terjadi karena minimnya permodelan dan latihan dalam menggunakan bahasa yang ditargetkan. Maka dari itu, dengan tujua menyelesaikan masalah tersebut, peneliti mengemukakan sebuah research problem tehtang bagaimana kemampuan berbicara siswa dapat meningkat melalui strategy belajar kelompok. Penelitian ini mengguakan metode penelitian tindakan kelas secara kolaboratif yang dilakukan oleh peneiliti dan pengamat. Strategi belajar Kelompok bernama The Combining Arrangement diterapkan dalam penelitian ini untuk memecahkan masalah yang ada. Dalam strategi belajar ini, siswa memiliki informasi yang setara satu sama lainnya dan dituntut untuk saling berbagi informasi tersebut supaya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan. Hasil dari pembelajaran tersebut diukur menggunakan rubric penilaian READI yang diadaptasi dari IATEFL criteria and the Canadian Language Becnhmark. Rubrik penilaian tersebut telah mencakup seluruh aspek dalam kemampuan berbicara seperti misalnya, kosakata yang sidugakan, kelancaran berbicara, kepercayaan diri dan interaksi saat berbicara. Penilaian terjadi dalam skala 1-4 yang menandakan kesuksesan pada masing-masing aspek. Dalam pengimplementasiannya, strategi kerja kelompok diintegrasikan dengan langkah-langkah pada pendekatan Scientific. Dimulai dengan observing dan questioning yang kemudian disusul dengan langkah grouping. Tiga langkah terakhir yang menggunakan strategi kerja kelompok secara keseluruhan adalah exploring, associating dan communicating. Strategi yang digunakan terbukti dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 100% siswa kelas X RPL A mengalami peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicaranya ditandai dengan kenaikan 5 poin pada total nilai yang didapat pada akhir siklus. Terlebih lagi, siswa merasa senang belajar dalam kelompok. Hal tersebut dibuktikan melalui fakta kuisioner bahwa 72% siswa merasa nyaman untuk belajar didalam kelompok karena mereka tidak lagi malu untuk mengemukakan pendapatnya. serta dapat memberikan kesempatan bericara dan praktik dikelas lebih banyak dari sebelumnya. Maka dari itu, strategi yang digunakan dapat dikategorikan telah sukses memecahkan masalah ketakutan siswa dalam berbicara. Terdapat 6 langkah pelaksanaan yang meliputi langkah-lamgkah pada pendekatan scientific, yaitu: observing, questioning, grouping, exploring, associating, dan communicating. Beberapa aspek yang harus diperhatikan lebih lanjut pada penilitian selanjutnya adalah tentang bantuan yang dibutuhkan dikelas, aktivitas dan materi yang sesuai, dan pengaturan kelas yang tepat. Sangat disarankan dalam pembuatan aktivitas belajar mengajar menggunakan strategi belajar kelompok, guru harus memiliki persiapan yang matang dalam perencanaannya dan segala pengaturan yang dibutuhkan dengan strategi komunikasi yang sesuai didalamnya. Terlebih lagi, adanya bantuan saat mengajar guna mengawasi dan menjaga kedinamisan kegiatan belajar mengajar patut untuk dipertimbangkan. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:Table Normal; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Times New Roman; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.
Prédiction distillée sur la base complète
Imitation des enseignantsNi prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.
Scores Codex et Gemma par catégorie
| Catégorie | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Métarecherche | 0,002 | 0,001 |
| Méta-épidémiologie (sens strict) | 0,000 | 0,000 |
| Méta-épidémiologie (sens large) | 0,000 | 0,000 |
| Bibliométrie | 0,000 | 0,001 |
| Études des sciences et des technologies | 0,000 | 0,000 |
| Communication savante | 0,000 | 0,000 |
| Science ouverte | 0,003 | 0,001 |
| Intégrité de la recherche | 0,000 | 0,001 |
| Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger) | 0,000 | 0,000 |
Scores machine (provisoires)
Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.
Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.
score_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle