MétaCan
Menu
Retour à la cohorte
Enregistrement W2987456554

Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Multi Representasi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Pemahaman Konsep Peserta Didik dengan Tingkat Self-Efficacy Berbeda pada Materi Laju Reaksi

2019· article· id· W2987456554 sur OpenAlex

Pourquoi ce travail est dans la base

Une base qui oublie comment elle a trouvé un travail ne peut pas être vérifiée. Voici les voies qui ont admis celui-ci.

aboutLe titre ou le résumé porte un signal canadien du lexique géographique.
no affAucune affiliation canadienne : ce travail est invisible pour une base fondée sur la seule affiliation.
Aucune affiliation canadienne. Une base fondée sur la seule affiliation (le devis habituel) n'aurait jamais vu ce travail. C'est l'un des travaux qui justifient l'inversion de la base.

Notice bibliographique

RevueDISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM · 2019
Typearticle
Langueid
DomaineSocial Sciences
ThématiqueEducation and Character Development
Établissements canadiensnon disponible
Organismes subventionnairesnon disponible
Mots-clésPhysicsHumanitiesArt
DOInon disponible

Résumé

récupéré en direct d'OpenAlex

RINGKASAN Larasati, Agustina Dinda Putri. 2019. Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Multi Representasi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Pemahaman Konsep Peserta Didik dengan Tingkat Self-Efficacy Berbeda pada Materi Laju Reaksi. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I).Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata Kunci : Problem Based Learning, multi representasi, pemahaman konsep, pemecahan masalah, self-efficacy, laju reaksi Penerapan kurikulum berbasis kehidupan (Life Based Learning) pada pendidikan abad-21 saat ini dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif memberikan suatu penyelesaian masalah dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam situasi nyata, khususnya pada mata pelajaran kimia yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan ilmu kimia mencakup sistem yang cukup kompleks, mulai dari atom, molekul, senyawa serta persamaan reaksi yang melibatkan ketiganya (Sastrawijaya, 1988). Pembahasan yang demikian menuntut ilmu kimia untuk dipahami secara menyeluruh baik dari segi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Salah satu materi dalam kimia yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari adalah laju reaksi. Laju reaksi memaparkan tentang seberapa cepat atau lambat suatu reaktan habis atau suatu produk terbentuk (Manitoba, 2013). Konsep ini tidak dapat dijelaskan hanya dengan metode ceramah saja. Perlu adanya media visual yang membantu dalam menjelaskan konsep-konsep tersebut sehingga mempermudah siswa dalam mengkontruksi konsep. Kenyataan di lapangan siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu mengaplikasikan konsep tersebut pada kehidupan sehari-hari. Hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan memecahkan masalah dan pemahaman konsep peserta didik. Salah satu model yang dapat meningkatkan penguasaan konsep dan pemecahan masalah adalah Problem Based Learning berbantuan multi representasi. Model tersebut dapat melatih kemandirian peserta didik dalam belajar dan menemukan sendiri konsepnya. Selain dengan penerapan model pembelajaran yang sesuai, kemampuan memecahkan masalah peserta didik juga tergantung pada tingkat keyakinan peserta didik terhadap kemampuan yang dimilikinya (selfefficacy). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya perbedaan kemampuan memecahkan masalah peserta didik yang dibelajarkan dengan PBL-MR dan PBL, (2) mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep peserta didik yang dibelajarkan dengan PBL-MR dan PBL, (3) mengetahui adanya perbedaan kemampuan memecahkan masalah peserta didik dengan tingkat self-efficacy yang berbeda, (4) mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep peserta didik dengan tingkat self-efficacy yang berbeda, (5) mengetahui dampak interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy dengan kemampuan memecahkan masalah peserta didik, dan (6) mengetahui dampak interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy dengan pemahaman konsep peserta didik. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dan rancangan deskriptif menggunakan desain eksperimen factorial 2x2. Subyek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 4 tahun ajaran 2018-2019. Teknik pengambilan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari instrumen perlakuan (silabus, RPP, handout, LKPD) dan instrumen pengukuran (soal tes pemahaman konsep dan pemecahan masalah, angket self-efficacy). Hasil kemampuan memecahkan masalah diukur dengan tes yang terdiri dari 3 soal uraian yang telah valid dengan reliabilitas soal sebesar 0,842. Pemahaman konsep diukur dengan tes pilihan ganda  yang terdiri dari 25 soal valid dengan reliabilitas tes sebesar 0,947. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dalam delapan kali pertemuan. Peneliti melaksanakan pembelajaran untuk menerapkan perlakuan terhadap sampel penelitian, memberikan tes, dan mengumpulkan data sebagai hasil perlakuan dan pengukuran dalam penelitian. Data kemampuan memecahkan masalah dan pemahaman konsep peserta didik kelas kontrol dan eskperimen diperoleh melalui uji ANOVA dua jalur pada taraf signifikansi 95%. Pemecahan masalah peserta didik dilihat dari jawaban peserta didik yang harus memenuhi aspek pemecahan masalah menurut Polya (Analisis, Perencanaan, Perhitungan, dan Evaluasi) kemudian nilai tes peserta didik di interpretasikan dalam beberapa kriteria tertentu untuk mengetahui tingkat kemampuan memecahkan masalah dan pemahaman konsep peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembelajaran laju reaksi: (1) terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL-MR dengan PBL, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL-MR dengan PBL, (3) terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara peserta didik yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan rendah, (4) tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep antara peserta didik yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan rendah, (5) terdapat dampak interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy dengan kemampuan memecahkan masalah peserta didik, dan (6) tidak terdapat dampak interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy dengan pemahaman konsep peserta didik. Model PBL berbantuan multi representasi dan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan pemahaman konsep peserta didik. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:Table Normal; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Times New Roman; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.

Prédiction distillée sur la base complète

Imitation des enseignants

Ni prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.

score de la tête « metaresearch » (Codex)0,003
score de la tête « metaresearch » (Gemma)0,000
Version: codex-gemma-dda1882f352aStatut de validation: machine_predicted_unvalidated
Catégories candidatesMéta-épidémiologie (sens strict), Études des sciences et des technologies, Communication savante, Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)
Catégories consensuellesMéta-épidémiologie (sens strict)
DomaineSignal candidat: aucune · Signal consensuel: aucune
Devis d'étudeSignal candidat: Observationnel · Signal consensuel: Observationnel
GenreSignal candidat: Empirique · Signal consensuel: Empirique
Score de désaccord entre enseignants0,354
Score d'incertitude au seuil1,000

Scores Codex et Gemma par catégorie

CatégorieCodexGemma
Métarecherche0,0030,000
Méta-épidémiologie (sens strict)0,0020,002
Méta-épidémiologie (sens large)0,0020,001
Bibliométrie0,0010,002
Études des sciences et des technologies0,0030,001
Communication savante0,0030,001
Science ouverte0,0030,001
Intégrité de la recherche0,0010,002
Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)0,0010,001

Scores machine (provisoires)

Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.

Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.

Tête enseignante Opus0,028
Tête enseignante GPT0,310
Écart entre enseignants0,282 · la distance entre les deux têtes enseignantes sur ce seul travail
Statut de validationscore_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle