MétaCan
Menu
Retour à la cohorte
Enregistrement W4407682004 · doi:10.58684/jbs.v2i2.83

Bahaya Lingkungan Pada Open Dumping Sampah Organik Perkotaan

2023· article· id· W4407682004 sur OpenAlexaff
Waringin Margi Yusmaman, Herri Widiyanto, Siti Nur Rohmah, Muhammad Ali Akbarsyah

Notice bibliographique

RevueJurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta · 2023
Typearticle
Langueid
DomaineEnvironmental Science
ThématiqueWaste Management and Recycling
Établissements canadiensEncana (Canada)
Organismes subventionnairesnon disponible
Mots-clésEnvironmental scienceChemistry

Résumé

récupéré en direct d'OpenAlex

Peningkatan jumlah penduduk di kawasan perkotaan seiring dengan perkembangan ekonomi menyebabkan produksi sampah organik meningkat secara signifikan. Open dumping, atau pembuangan sampah secara terbuka, masih menjadi salah satu metode pengelolaan sampah yang banyak digunakan di kota-kota besar di Indonesia. Metode ini, meskipun mudah dan murah, menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah organik yang dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan terbuka tanpa pengelolaan yang baik akan mengalami proses dekomposisi secara anaerobik, yang menghasilkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, cairan leachate yang dihasilkan dari pembusukan sampah dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah serta sumber air bersih di sekitarnya. Kondisi ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Selain risiko pencemaran air, penumpukan sampah organik di tempat terbuka juga memicu berkembangnya vektor penyakit, seperti lalat dan tikus, yang dapat menyebarkan berbagai penyakit menular. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya lingkungan yang ditimbulkan oleh praktik open dumping sampah organik di kawasan perkotaan. Penelitian ini memanfaatkan berbagai literatur dan penelitian sebelumnya yang terkait dengan dampak lingkungan dari pengelolaan sampah organik yang tidak memadai. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa open dumping sampah organik tidak hanya berdampak pada kualitas udara dan air, tetapi juga memengaruhi ekosistem secara keseluruhan. Kualitas udara menurun akibat emisi gas rumah kaca dan senyawa organik yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah. Polusi udara yang dihasilkan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pernapasan bagi masyarakat, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat polusi tinggi. Di samping itu, pencemaran air akibat leachate yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air dan merusak habitat flora dan fauna. Di sisi lain, praktik open dumping juga memberikan dampak negatif terhadap keberlanjutan ekonomi kota. Pengelolaan sampah yang tidak efektif menyebabkan biaya kesehatan meningkat karena tingginya kasus penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan. Selain itu, tanah yang tercemar oleh leachate memerlukan biaya rehabilitasi yang besar agar bisa kembali berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang lebih berkelanjutan dalam mengelola sampah organik, seperti penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi biogas atau kompos, yang dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan sampah organik, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk, serta edukasi yang lebih mendalam bagi masyarakat mengenai bahaya lingkungan dari praktik open dumping. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi dalam memahami dan mencari solusi yang tepat terhadap masalah pengelolaan sampah organik di perkotaan. Upaya pengelolaan sampah yang lebih baik tidak hanya akan melindungi lingkungan dari degradasi, tetapi juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.

Comment cette classification a été obtenuedéplier

Prédiction machine sur la base complète

Imitation des enseignants

Ni prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Le volet Gemma est une étiquette directe du modèle pour chaque travail de la base, lue sur la notice réduite au titre. Le volet Codex est un classifieur appris des 10 348 étiquettes directes de Codex et calibré sur les taux pondérés de l'échantillon; les champs sans appui suffisant ne portent aucun appel Codex. Le mode candidate est l'union des deux volets; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont pas des étiquettes humaines.

score de la tête « metaresearch » (Codex)0,000
score de la tête « metaresearch » (Gemma)0,000
Version: metacan-v3-hybrid-931329e0061cStatut de validation: machine_predicted_unvalidated
Catégories candidatesaucune
Catégories consensuellesaucune
DomaineSignal candidat: aucune · Signal consensuel: aucune
Devis d'étudeSignal candidat: Observationnel · Signal consensuel: aucune
GenreSignal candidat: Empirique · Signal consensuel: Empirique
Score de désaccord entre enseignants0,032
Score d'incertitude au seuil0,106

Scores du classifieur distillé par catégorie (deux têtes)

CatégorieCodexGemma
Métarecherche0,0000,000
Méta-épidémiologie (sens strict)0,0010,000
Méta-épidémiologie (sens large)0,0010,000
Bibliométrie0,0010,001
Études des sciences et des technologies0,0030,001
Communication savante0,0030,001
Science ouverte0,0010,002
Intégrité de la recherche0,0010,001
Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)0,0320,007

Scores machine (provisoires)

Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.

Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.

Tête enseignante Opus0,032
Tête enseignante GPT0,272
Écart entre enseignants0,240 · la distance entre les deux têtes enseignantes sur ce seul travail
Statut de validationscore_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle

Classification

machine, non validée

Prédiction automatique; un appel candidat d’une seule source (Gemma direct ou Codex distillé), pas un consensus.

Les modèles n’ont appliqué aucune catégorie : rien dans la taxonomie ne correspondait à ce travail.
Devis d'étudeObservationnel
Domainenon disponible
GenreEmpirique

Le détail, modèle par modèle et score par score, se trouve en fin de page sous « Comment cette classification a été obtenue ».

En bref

Citations2
Publié2023
Routes d'admission1
Résumé présentoui

Explorer davantage

Même revueJurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota SurakartaMême sujetWaste Management and RecyclingTravaux en français237 207