MétaCan
Menu
Retour à la cohorte
Enregistrement W4407682005 · doi:10.58684/jbs.v3i2.76

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penanaman Modal di Kota Surakarta

2024· article· id· W4407682005 sur OpenAlexaff
R. Novia Trihananto, Budi Winarno, Arseto Endro Supriyanto, Siti Nur Rohmah, Muhammad Ali Akbarsyah

Notice bibliographique

RevueJurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta · 2024
Typearticle
Langueid
DomaineEconomics, Econometrics and Finance
ThématiqueEconomic Growth and Fiscal Policies
Établissements canadiensEncana (Canada)
Organismes subventionnairesnon disponible
Mots-clésEnvironmental sciencePhysics

Résumé

récupéré en direct d'OpenAlex

Penanaman modal merupakan salah satu elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah, termasuk Kota Surakarta. Investasi yang optimal tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional dan internasional. Kota Surakarta, sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah dengan tingkat urbanisasi yang cukup tinggi, memiliki berbagai potensi untuk menarik investor, baik domestik maupun asing. Namun, dalam proses penanaman modal, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di Kota Surakarta melalui pendekatan studi pustaka. Metode studi pustaka dipilih karena memberikan ruang untuk mengeksplorasi berbagai hasil penelitian sebelumnya, serta kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah maupun pusat terkait penanaman modal. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai tren, tantangan, serta peluang yang dihadapi Kota Surakarta dalam menarik dan mempertahankan investasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di suatu daerah dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup berbagai aspek yang berasal dari dalam daerah tersebut, seperti kondisi infrastruktur, regulasi daerah, kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas politik dan keamanan. Dalam konteks Kota Surakarta, infrastruktur yang memadai, seperti akses transportasi, sarana dan prasarana publik, serta ketersediaan energi, menjadi faktor penting dalam menarik investor. Selain itu, kebijakan pemerintah daerah yang pro-investasi juga menjadi salah satu daya tarik utama. Regulasi yang jelas, perizinan yang transparan, serta insentif fiskal yang diberikan kepada para investor dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, faktor eksternal mencakup kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah pusat, serta tren global yang dapat memengaruhi aliran modal. Kondisi ekonomi nasional, seperti tingkat inflasi, suku bunga, serta nilai tukar mata uang, dapat berpengaruh langsung terhadap keputusan investor untuk berinvestasi di suatu daerah. Selain itu, tren global, seperti perubahan kebijakan perdagangan internasional, perjanjian perdagangan bebas, serta fluktuasi harga komoditas, juga memainkan peran penting dalam memengaruhi arus investasi. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa Kota Surakarta memiliki potensi besar untuk menarik penanaman modal dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, seperti posisi geografis yang strategis, potensi pariwisata, serta kebudayaan yang kaya. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti birokrasi yang masih kompleks, keterbatasan infrastruktur di beberapa wilayah, serta tingkat daya saing sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah perlu terus berupaya untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi, serta memperbaiki aspek-aspek yang menjadi kendala bagi para investor. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal di Kota Surakarta, serta memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menarik lebih banyak investasi. Keberhasilan penanaman modal di kota ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan Kota Surakarta sebagai pusat ekonomi regional yang kompetitif.

Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.

Comment cette classification a été obtenuedéplier

Prédiction machine sur la base complète

Imitation des enseignants

Ni prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Le volet Gemma est une étiquette directe du modèle pour chaque travail de la base, lue sur la notice réduite au titre. Le volet Codex est un classifieur appris des 10 348 étiquettes directes de Codex et calibré sur les taux pondérés de l'échantillon; les champs sans appui suffisant ne portent aucun appel Codex. Le mode candidate est l'union des deux volets; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont pas des étiquettes humaines.

score de la tête « metaresearch » (Codex)0,001
score de la tête « metaresearch » (Gemma)0,004
Version: metacan-v3-hybrid-931329e0061cStatut de validation: machine_predicted_unvalidated
Catégories candidatesaucune
Catégories consensuellesaucune
DomaineSignal candidat: aucune · Signal consensuel: aucune
Devis d'étudeSignal candidat: Observationnel · Signal consensuel: Observationnel
GenreSignal candidat: Empirique · Signal consensuel: Empirique
Score de désaccord entre enseignants0,024
Score d'incertitude au seuil0,079

Scores du classifieur distillé par catégorie (deux têtes)

CatégorieCodexGemma
Métarecherche0,0010,004
Méta-épidémiologie (sens strict)0,0000,000
Méta-épidémiologie (sens large)0,0000,001
Bibliométrie0,0010,001
Études des sciences et des technologies0,0010,001
Communication savante0,0020,001
Science ouverte0,0010,001
Intégrité de la recherche0,0010,001
Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)0,0240,002

Scores machine (provisoires)

Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.

Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.

Tête enseignante Opus0,024
Tête enseignante GPT0,233
Écart entre enseignants0,209 · la distance entre les deux têtes enseignantes sur ce seul travail
Statut de validationscore_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle

Classification

machine, non validée

Prédiction automatique; un appel candidat d’une seule source (Gemma direct ou Codex distillé), pas un consensus.

Les modèles n’ont appliqué aucune catégorie : rien dans la taxonomie ne correspondait à ce travail.
Devis d'étudeObservationnel
Domainenon disponible
GenreEmpirique

Le détail, modèle par modèle et score par score, se trouve en fin de page sous « Comment cette classification a été obtenue ».

En bref

Citations0
Publié2024
Routes d'admission1
Résumé présentoui

Explorer davantage

Même revueJurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota SurakartaMême sujetEconomic Growth and Fiscal PoliciesTravaux en français237 207