MétaCan
Menu
Retour à la cohorte
Enregistrement W7036045228

Analisis strategi portofolio usaha pt. perkebunan nusantara (persero)
\n

2001· dissertation· id· W7036045228 sur OpenAlexaboutno aff

Notice bibliographique

RevueIPB Business School Repository (Bogor Agricultural University) · 2001
Typedissertation
Langueid
DomaineEconomics, Econometrics and Finance
ThématiqueEconomic Growth and Fiscal Policies
Établissements canadiensnon disponible
Organismes subventionnairesnon disponible
Mots-clésUnit (ring theory)
DOInon disponible

Résumé

récupéré en direct d'OpenAlex

Komoditi perkebunan merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang utama dari sektor pertanian, setelah menurunnya peranan tekstil dan produk tekstil (TPT), kayu lapis dan hasil pertanian. Catatan lndocommercial (1998) menunjukkan dalam lima tahun terakhir volume ekspor hasil perkebunan Indonesia secara keseluruhan meningkat dengan laju sebesar 4,6% per tahun, sedangkan nilai ekspomya rata-rata meningkat sebesar 11,3% setiap tahunnya. Dengan laju sebesar 4,6% per tahun, maka ekspor perkebunan yang pada tahun 1993 tercatat sebesar 5.620,9 ribu ton dengan nilai US$ 3.318,4 juta, sampai akhir tahun 1997 volume ekspomya telah meningkat mencapai 6.733,6 ribu ton senilai US$ 5.095,7 juta. Sebagai BUMN, PTPN V (Persero) tidak terlepas dari kebijakan umum nasional tentang perkebunan yakni 1) memikul tugas ekonomi nasional berupa peningkatan produksi di bidang perkebunan secara efisien, 2) mengemban tugas pemerataan pembangunan nasional, 3) secara tidak langsung memikul tugas peningkatan pendapatan masyarakat petani pekebun, dan 4) merupakan alat ekonomi negara dan pemerintah. Di sisi lain PTPN V (Persero) juga berhadapan dengan lingkungan persaingan bisnis yang menuntut setiap organisasi untuk semakin efisien, serta mampu mengalokasikan sumber daya seoptimal mungkin. Dengan ketiga jenis unit usaha yang dikelola, PTPN V (Persero) dituntut untuk selalu melakukan analisa terhadap keputusan portofolionya. Dengan keputusan portofolio yang tepat, yang dicirikan dari alokasi sumberdaya yang efektif dan efisien, diharapkan PTPN V (Persero) mampu mempertahankan keberadaanya tanpa meninggalkan tugas yang terkait dengan kebijakan umum nasional perkebunan. Keberadaan PTPN V (Persero) yang mengelola unit usaha kelapa sawit, karet dan kakao sangat ditentukan oleh pengalokasian sumberdaya pada ketiga unit usaha tersebut. Berdasarkan ha1 tersebut kegiatan geladikarya ini difokuskan pada perumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimanakah alokasi sumberdaya PTPN V (Persero) terhadap masing-masing unit usaha yang dikelola ? 2) Bagaimana posisi masing-masing unit usaha PTPN V (Persero) dalam matriks portofolio? 3) Bagaimanakah altematif strategi bagi masingmasing unit usaha yang dikelola oleh PTPN V (Persero) ?
\n
\nTujuan geLadikarya ini adalah mengkaji masing-masing unit usaha PTPN V (Persero) dalam analisis portofolio unit usaha, sehingga dapat dibuat suatu formulasi strategi yang tepat untuk masing-masing unit usaha. Secara rinci geladikarya ini bertujuan sebagai berikut : 1) Mengkaji alokasi sumberdaya yang telah dilakukan PTPN V (Persero) pada ketig.a jenis unit usaha yang dikelola. 2) Mengkaji posisi unit-unit usaha PTPN V (Persero) yaitu kelapa sawit, karet dan kakao dalam matriks portofolio melalui pengamatan intemal dan ekstemal perusahaan. 3) Memberikan altematif strategi bagi PTPN V (Persero). Sesuai dengan posisi masing-masing unit usaha dalam matriks portofolio. Dalam Geladikarya ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui studi kasus. Pembahasan dilakukan untuk mengkaji posisi masing-masing unit usaha PTPN V dalam matriks portofolio. Data primer akan dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner, wawancara, dan obse~asi langsung di lapangan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dengan cara studi pustaka, laporan
\nintemal perusahaan, data dari instansi terkait, Direktorat Jenderal Perkebunan
\ndan Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik pengambilan contoh (sample) yang dijadikan sebagai responden pada kegiatan geladikarya ini adalah metode purposive sampling, jumlah kuisioner diambil 14 contoh. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan data kuisioner dari pihak intemal perusahaan, dan data-data ekstemal dilakukan dengan wawancara terhadap pihak-pihak terkait di luar PTPN V (Persero). Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan : 1) Analisis Deskriptif, analisis ini dilakukan terhadap data kuantitatif maupun kualitatif untuk mendapatkan gambaran portofolio produk PTPN V (Persero) yang disajikan dalam bentuk matriks, gambar, dan tabel. 2) Analisis Portofolio Matriks GE dilakukan dengan mengidentifikasi daya tarik industri dan kekuatan bisnis, memberi bobot tertimbang melalui metode pembobotan pada tiap-tiap point daya tarik industri dan kekuatan perusahaan, penentuan peringkat oleh manajemen atau pakar dari perusahaan dilakukan terhadap indikator-indikator kekuatan bisnis dan daya tarik industri, dan penentuan nilai daya tarik industri dan kekuatan bisnis masing-masing unit usaha. Nilai diperoleh dengan mengalikan bobot dan peringkat pada masing-masing unit usaha.
\n
\nDengan menganalisis portofolio dengan unit usaha kelapa sawit berada pada posisi selektif dengan gambaran daya tarik industri dan kekuatan bisnis sedang (3,3188 ; 3,3646). Oleh karena itu di masa mendatang unit usaha kelapa sawit diharapkan akan berpindah menjadi posisi pertumbuhan selektif atau investasi untuk membangun (3,3188 , 3,3646). Hal ini dipertimbangkan karena untuk menjadi core bussiness perusahaan harus dapat meningkatkan kekuatan bisnis atau meningkatkan daya saing. Dengan melihat kinerja selama ini (1996- 1999), PTPN V (Persero) yang memiliki unit usaha kelapa sawit berpeluang besar dalam meningkatkan kekuatan bisnisnya. Untuk mencapai posisi portofolio yang diharapkan di masa depan, maka altematif strategi yang dapat dikembangkan adalah : A) Strategi Bisnis , meliputi : I ) Strategi Penetrasi Pasar (meraih pangsa pasar yang lebih besar) dengan meningkatkan pangsa ada, yang dapat dilakukan dengan promosi atau mutu yang lebih baik. Misalnya untuk produk CPO meningkatkan pangsa pasar yang kecil, seperti Pakistan (1,45%) dapat lebih ditingkatkan, ltalia (9.85%) dan China (10,45%) serta pangsa pasar lainnya yang ada. Pangsa Pasar PKO juga dapat ditingkatkan baik melalui promosi atau mutu yang lebih baik untuk Belanda (10,43%) dan Turki (24.76%) dan daerah lainnya. 2) Strategi Pengembangan Pasar (market development) yang dapat dilakukan dengan menambah pasar yang baru. Untuk CPO dapat dilakukan ekspor, misalnya ke daerah yang belum pemah masuk seperti : Canada, Syria, Portugal, Sri Langka serta daerah lainnya. Sementara produk PKO dapat dilakukan dengan pengembangan pasar misalnya Bangladesh, Myanmar, Hongkong, liran, lrak atau daerah lainnya seperti Saudi Arabia dan Taiwan. 3) lntegrasi Ke Hilir (Forward Integration), yaitu mengolah lebih lanjut untuk bahan baku seperti CPO menjadi oleochemical, baik dilakukan melalui dana sendiri atau melalui Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Perkebunan Agrintara dan mendirikan pabrik janjangan kosong. Hal ini dapat segera diwujudkan karena telah terdapat dalam rencana jangka panjang perusahaan. B) Strategi Fungsional, yang dapat, dikelompokkan menjadi fungsi pokok, yang meliputi berbagai bidang yaitu pemasaran, tanaman, hukum, teknik dan pengolahan, keuangan, organisasi dan sumber daya manusia serta penelitian dan pengembangan. Dengan kata lain perolehan pendapatan dapat ditingkatkan kembali dengan melakukan pembenahan fungsional perusahaan. Bidang-bidang tersebut meliputi : I) Bidang Pemasaran, dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, misalnya dengan system pembayaran lunak atau kesepakatan bersama. 2) Bidang Hukum berupa pemanfaatan HGU yang belum dimanfaatkan dan melaksanakan sertifikasi HGU. 3) Bidang Tanaman, dapat dilakukan dengan melaksanakan teknik pembukaan lahan yang baik, menempatkanlmenggunakan jenis bibit yang unggul, pemeliharaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan sesuai kebutuhan baik tepat untuk jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat frekuensi dan tepat tabur, melakukan pengamanan produksi. 4) Bidang Teknik dan Pengolahan, dapat dilakukan dengan optimalisasi I peningkatan kapasitas oleh pabrik kelapa sawit, meminimalkan losses minyak di sawit, dalam rangka peningkatan mutu yang lebih baik, yang dapat dilakukan dengan cara meminimalkan kadar kotoran, optimalisasi sortasi TBS, mempercepat pengolahan TBS (FIFO). dan lebih mengembangkan land application untuk limbah cair. 5) Bidang Keuangan, berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi di segala bidang melalui peningkatan pengendalian cash flow penyempumaan sistem informasi manajemen. 6) Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia, berupa peningkatan kualitas kemampuan manajemen bagi karyawan melalui pendidikan dan latihan, mengingat kelapa sawit adalah core bussines PTPN V (Persero). Misalnya, peserta pendidikan jenjang S3 dan S2 harus lulus seleksi secara khusus, yang diharapkan dengan selesainya jenjang pendidikan yang lebih tinggi dapat meningkatkan kemampuan perusahaan. 7) Bidang Penelitian dan Pengembangan, dengan memperbanyak kajian penelitian dengan lembaga penelitian termasuk perguruan tinggi yang lainnya. Setiap hasil kajian atau penelitian yang menyangkut kepentingan perusahaan harus dikomunikasikan secara timbal balik.
\n
\nPosisi unit usaha saat ini untuk karet berada pada posisi selektif dengan gambaran daya tarik industri dan kekuatan bisnis sedang (3,0605 ; 2,9173). Unit usaha karet berada di urutan kedua di dalam memberikan keuntungan bagi PTPN V (Persero) pada tahun 1999. Untuk tetap menjadi unit usaha andalan perusahaan, maka unit usaha karet bersama-sama unit usaha kelapa sawit berpindah ke posisi pertumbuhan selektif (3,4778 ; 37048). Hal ini didasarkan atas kinerja selama ini (1994-1999) unit usaha karet juga mampu berpeluang dalam meningkatkan kekuatan bisnis perusahaan atau meningkatkan daya saingnya. Untuk mencapai posisi portofolio yang diharapkan di masa depan, maka altematif strategi yang dapat dikembangkan adalah : A) Strategi Bisnis, meliputi : I ) Strategi Penetrasi Pasar (meraih pangsa pasar yang lebih besar) dengan meningkatkan pangsa ada, yang dapat dilakukan dengan meningkatkan promosi atau mutu yang dihasilkan lebih baik. Pangsa pasar karet dapat lebih ditingkatkan di daerah yang pangsa pasamya kecil seperti Perancis (2,03%), Jerman (1,60%), China (2,03%), ltalia (4,64%), Korea (3,36%), Taiwan (0,0018%) dan pangsa lainnya yang besar juga ditingkatka

Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.

Comment cette classification a été obtenuedéplier

Prédiction distillée sur la base complète

Imitation des enseignants

Ni prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.

score de la tête « metaresearch » (Codex)0,000
score de la tête « metaresearch » (Gemma)0,000
Version: codex-gemma-dda1882f352aStatut de validation: machine_predicted_unvalidated
Catégories candidatesMéta-épidémiologie (sens strict), Études des sciences et des technologies, Communication savante, Intégrité de la recherche, Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)
Catégories consensuellesMéta-épidémiologie (sens strict)
DomaineSignal candidat: aucune · Signal consensuel: aucune
Devis d'étudeSignal candidat: Observationnel · Signal consensuel: Observationnel
GenreSignal candidat: Empirique · Signal consensuel: Empirique
Score de désaccord entre enseignants0,114
Score d'incertitude au seuil1,000

Scores Codex et Gemma par catégorie

CatégorieCodexGemma
Métarecherche0,0000,000
Méta-épidémiologie (sens strict)0,0020,002
Méta-épidémiologie (sens large)0,0020,001
Bibliométrie0,0020,003
Études des sciences et des technologies0,0020,000
Communication savante0,0010,003
Science ouverte0,0020,000
Intégrité de la recherche0,0020,001
Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)0,0010,001

Scores machine (provisoires)

Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.

Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.

Tête enseignante Opus0,013
Tête enseignante GPT0,173
Écart entre enseignants0,160 · la distance entre les deux têtes enseignantes sur ce seul travail
Statut de validationscore_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle

Classification

machine, non validée

Prédiction automatique; les deux têtes enseignantes s’accordent sur ce qui est montré ici.

Devis d'étudeObservationnel
Domainenon disponible
GenreEmpirique

Le détail, modèle par modèle et score par score, se trouve en fin de page sous « Comment cette classification a été obtenue ».

En bref

Citations0
Publié2001
Routes d'admission1
Résumé présentoui

Explorer davantage

Même revueIPB Business School Repository (Bogor Agricultural University)Même sujetEconomic Growth and Fiscal PoliciesTravaux en français237 207