Indeks Keragaman Serangga Hama Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Di Lahan Persawahan Padi Dataran Tinggi Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan beras nasional sangat penting. Akan tetapi, usaha pemenuhan kebutuhan beras ini tidak selamanya berjalan dengan lancar karena terganggunya produktivitas padi. Salah satu penyebab turunnya produktivitas padi di Indonesia karena adanya serangan serangga hama. Beberapa kendala yang menyebabkan gagalnya petani dalam mengendalikan serangga hama karena petani masih belum melakukan identifikasi serangga hama dan gejala serangan dengan baik. Penelitian yang dilaksanakan akhir tahun 2012 ini yang berlokasi di Lahan Persawahan Padi Dataran Tinggi Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bertujuan meng inventarisasi dan mendapatkan nilai keragaman jenis serangga hama pada tanaman padi. Penangkapan serangga hama yang dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning, perangkap jaring dan perangkap cahaya. Hasil penangkapan serangga diidentifikasi di laboratorium. Indeks keragaman serangga dianalisis dengan menggunakan perhitungan Shannon- Weinner. Serangga hama yang dominan diperoleh pada fase vegetative yaitu Scirpophaga incertulas, Thaia oryzivora, dan Orselia oryzae. Serangga hama minor diperoleh yaitu Dicladispa armigera, Leptispa pygmaea, dan Melanitis ledaismene. Serangga hama yang dominan diperoleh pada fase generative yaitu Leptocorisa acuta, Scirpophaga incertulas, dan Thaiaoryzivora. Serangga hama minor diperoleh yaitu Nilaparvata lugens, Sogatella furcifera, dan Cofana spectra. Indeks keragaman serangga hama yang diperoleh pada ketiga lahan percobaan ada diantara sedang hingga tinggi.Pada fase vegetatif indeks keragaman tertinggi sebesar 4,74 pada pengamatan ke 6 dan terendah pada pengamatan ke 1 sebesar 2,22. Pada fase generatif indeks keragaman tertinggi pada pengamatan ke 9 sebesar 4,86 dan terendah pada pengamatan ke 12 sebesar 1,37. Kata kunci :indeks keragaman, serangga hama, padi, Kabupaten Bandung.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.001 |
| Research integrity | 0.002 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.002 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it