TANGGUNG JAWAB GANTI RUGI PADA KECELAKAAN PESAWAT UDARA NIAGA MENURUT PASAL 21 KONVENSI MONTREAL 1999 (STUDI KASUS PENEMBAKAN PESAWAT UDARA NIAGA MALAYSIA AIRLINES MH17)
Bibliographic record
Abstract
Transportasi udara adalah jasa angkutan yang paling banyak digunakan masyarakat dalam melakukan perjalanan jauh seperti perjalanan internasional. Untuk memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen jasa angkutan udara internasional ini maka diperlukan suatu aturan yang berlaku secara internasional. Konvensi Montreal 1999 merupakan konvensi internasional yang dapat melindungi hak hak para konsumen jasa angkutan udara internasional, dimana dalam konvensi ini terdapat pengaturan mengenai tanggung jawab perusahaan angkutan udara terhadap penumpang. Pada peristiwa penembakan pesawat MH 17 milik Malaysia Airlines di perbatasan Ukrania-Rusia (yang ketika itu sedang terjadi konflik) dapat di berlakukan konvensi ini karena saat itu Malaysia Airlines dengan pesawat MH17 sedang melaksanakan jasa angkutan udara internasional. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah mengenai tanggung jawab ganti rugi menurut pasal 21 Konvensi Montreal 1999 terhadap korban maupun keluarga penumpang yang meninggal dunia dalam peristiwa hancurnya pesawat MH17 akibat tembakan, yang terjadi ketika pesawat tersebut melewai wilayah konflik di perbatasan Ukrania-Rusia. Penulisan skripsi ini dikaji berdasarkan metode pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis, yaitu memfokuskan pemecahan masalah berdasarkan data yang diperoleh yang kemudian dianalisa berdasarkan ketentuan dalam perjanjian perjanjian internaional dalam hukum angkutan udara internasional, literatur serta bahan lain yang berhubungan dengan penelitian dan selanjutnya data dianalisis secara yuridis kualitatif. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh hasil: Pertama, berlakunya aturan dalam Konvensi Montreal 1999 tergantung pada ratifikasi negara para pihak dan negara dimana perkara di ajukan. Kedua, terdapat dua jenis tanggung jawab perusahaan angkutan terhadap penumpang di dalam pasal 21 Konvensi Montreal 1999.Ketiga, Walaupun jika dilihat sekilas Malaysia Airlines telah lalai dengan tetap menggunakan jalur yang rawan konflik, namun ini saja tidak dapat di gunakan sebagai dasar agar Malaysia Airlines dapat di kenakan tanggung jawab tidak terbatas seperti yang di maksud dalam pasal 21 Konvesi Montreal 1999. Nyatanya jalur itu merupakan jalur yang di sarankan dan di terima oleh ICAO. Yang berkewajiban untuk menentukan zona larangan terbang adalah negara yang berdaulat terhadap wilayah udaranya tersebut, dalam hal ini Ukraina.. Berangkat dari hal tersebut maka peneliti merekomendasikan saran sebagai berikut : setiap Negara yang melakukan angkutan internasional di anjurkan untuk meratifikasi Konvensi Montreal 1999, perlunya bagi para penggugat untuk mempertimbangkan berbagai aspek dalam memilih yurisdiksi pengajuan perkara gugatan ganti rugi ini, dan bagi majelis hakim harus mempertimbangkan putusan secara teliti dan cermat serta holistik sesuai perkembangan hukum udara saat ini. Kata Kunci : Tanggungjawab Ganti Rugi, Konvensi Montreal 1999, Penumpang Meninggal Dan Luka Luka, Malaysia Airlines, MH 17
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.003 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.029 | 0.004 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".