MétaCan
Menu
Back to cohort
Record W2897816377 · doi:10.32315/jlbi.6.2.123

Keberlanjutan Arsitektur Tradisonal Makassar Sebagai Hunian Ramah Lingkungan di Perkotaan

2017· article· id· W2897816377 on OpenAlexaff
Imriyanti

Bibliographic record

VenueJurnal Lingkungan Binaan Indonesia · 2017
Typearticle
Languageid
FieldArts and Humanities
TopicArchitectural and Urban Studies
Canadian institutionsEncana (Canada)
Fundersnot available
KeywordsHumanitiesArt

Abstract

fetched live from OpenAlex

Arsitektur tradisional dihasilkan oleh latar belakang budaya dan lingkungan masing-masing dimana determinasinya adalah alami, manusia masih tunduk kepada alam. Arsitektur tradisional diwakili oleh rumah panggung, dimana bagi masyarakat Makassar konsep rumah tradisional tersebut tidaklah lahir begitu saja, namun syarat dengan philosophinya antara lain, konsistensi hidup penghuninya terhadap nilai-nilai tradisi, dan bersandar kepada kepercayaan yang dianut. Mengingat bentuk hunian diperkotaan yang mengarah pada bentuk modern dan tidak sesuai dengan iklim daerah sebagai daerah tropis maka penerapan arsitektur tradisional Makassar sebagai hunian diperkotaan dapat memberikan penjelasan permasalahan, yaitu bagaimanakah penerapan arsitektur tradisional Makassar sebagai hunian diperkotaan dan dari segi manakah arsitektur tradisional Makassar dapat dikatakan sebagai bangunan yang berkelanjutan. Dengan mengetahui keberlanjutan arsitektur tradisioanal Makassarsebagai hunian diperkotaan yang sejalan dengan perkembangan arsitektur hunian dalam bentuk modern diperkotaan. Serta dapat mengidentifikasi sejauh mana arsitektur tradisional Makassar sebagai hunian diperkotaan dapat menyatu dengan perubahan iklim.Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskrptif yang bersifat kualitatif yaitu, berusaha untuk menghasilkan data yang berupa gambaran yang sistematis dan akurat dari objek kajian. Melihat permasalahan yang dikemukakan maka hasilnya dapat diketahui melalui segi makro dan mikro struktur. Makro mengemukakan tentang lingkungan sekitar rumah tradisional Makassar yang berada di pusat kota Makassar cenderung menyatu dengan alam sehingga interaksi penghuni dengan lingkungannnya dapat dirasakan dan dinikmati melalui penempatan ruang publik diarea siring (kolong rumah) dan area ini tidak diberi pembatas ruang. Mikro yaitu bentuk rumah tradisional Makassar berbentuk panggung dan terbagi dunia bawah/siring (kolong) yang difungsikan sebagai area publik, dunia tengah/kale’ balla difungsikan sebagai tempat beraktifitas bagi penghuni rumah, dunia atas/pammakkangdifungsikan sebagai tempat penyimpanan. Struktur bangunan dominan menggunakan material kayu yang ditiap bagiannya dapat menghasilkan pencahayaan dan penghawaan secara alami. Material bangunan terdiri material yang bersumber dari alam sehingga antara lingkungan dengan bangunan tradisional Makassar dapat menyatu secara menyeluruh. Unsur keberlanjutan pada rumah tradisional Makassar diketahui pada lingkungan dan material bangunan.

Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.

How this classification was reachedexpand

Full frame machine prediction

Teacher imitation

Not calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.

metaresearch head score (Codex)0.002
metaresearch head score (Gemma)0.001
Version: metacan-v3-hybrid-931329e0061cValidation status: machine_predicted_unvalidated
Candidate categoriesnone
Consensus categoriesnone
DomainCandidate signal: none · Consensus signal: none
Study designCandidate signal: Observational · Consensus signal: none
GenreCandidate signal: Empirical · Consensus signal: none
Teacher disagreement score0.026
Threshold uncertainty score0.087

Distilled classifier scores by category (both heads)

CategoryCodexGemma
Metaresearch0.0020.001
Meta-epidemiology (narrow)0.0010.000
Meta-epidemiology (broad)0.0000.001
Bibliometrics0.0010.001
Science and technology studies0.0040.004
Scholarly communication0.0050.003
Open science0.0010.003
Research integrity0.0010.003
Insufficient payload (model declined to judge)0.0260.006

Machine scores (provisional)

The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.

Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.

Opus teacher head0.033
GPT teacher head0.250
Teacher spread0.217 · how far apart the two teachers sit on this one work
Validation statusscore_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it

Classification

machine, unvalidated

Machine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.

The models applied no category: nothing in the taxonomy fit this work.
Study designObservational
Domainnot available
GenreEmpirical

How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".

Quick stats

Citations1
Published2017
Admission routes1
Has abstractyes

Explore more

Same venueJurnal Lingkungan Binaan IndonesiaSame topicArchitectural and Urban StudiesFrench-language works237,207