Analisis Implementasi Kebijakan E-Procurement Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pada Pemerintah Kota Kotamobagu
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Abstrak. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menekankan bahwa pengadaan barang/jasa dilakukan secara elektronik atau e-procurement (elektronic procurement). E-Procurement adalah pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. E-procurement dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu electronic tendering (e-tendering) dan electronic purchasing (e-purchasing). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan e-tendering dalam pengadaan barang/jasa, faktor-faktor yang menghambat implementasi kebijakan e-tendering serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang menghambat implementasi kebijakan e-tendering dalam pengadaan barang/jasa pada Pemerintah Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratori. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, pengamatan, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive untuk mendapatkan hasil informasi yang tepat dan akurat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini meliputi uji credibility (validitas internal) dan dependability (reliabilitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan e-tendering dalam pengadaan barang/jasa pada Pemerintah Kota Kotamobagu telah diimplementasikan dengan menerapkan prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, adil/tidak dikriminatif, dan akuntabel, namun belum menjamin adanya persaingan sehat secara optimal. Kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan e-tendering ialah infrastruktur penunjang, adanya rangkap jabatan, sistem aplikasi, pengawasan dan keterlambatan Rencana Umum Pengadaan dan Rencana Pelaksanaan Pengadaan (sebagai kelengkapan berkas untuk proses e-tendering). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut ialah usulan dan perbaikan infrastruktur, pembuatan sistem aplikasi, regulasi, pengawasan intern, dan koordinasi.Kata Kunci : e-procurement, e-tendering, pengadaan, barang dan jasa
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.005 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.008 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.005 | 0.003 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.000 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.002 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it