Pengaruh Empat Faktor Terhadap Pemberdayaan Remaja Dalam Upaya Pencegahan Seks Bebas Pada Program PKPR
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Permasalahan remaja yang begitu kompleks disebabkan oleh berbagai faktor sehingga diperlukan pemberdayaan remaja untuk dapat meningkatkan kemandirian remaja. Rendahnya kegiatan pemberdayaan remaja karena kurangnya peran tenaga kesehatan, peran guru, peran teman sebaya dan motivasi remaja terhadap pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh antara peran tenaga kesehatan, peran guru, peran teman sebaya, dan motivasi remaja terhadap pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan seks bebas pada Program PKPR di wilayah Kerja Puskesmas Kesambi Kota Cirebon Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel yang digunakan sebanyak 138 remaja sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dengan software SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan seks bebas pada program PKPR dipengaruhi oleh peran tenaga kesehatan sebesar 19,65%, peran guru sebesar 26,00%, peran teman sebaya sebesar 13,71% dan motivasi remaja sebesar 21,32%. Pengaruh langsung pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan seks bebas sebesar 80,68% dan pengaruh tidak langsung sebesar 6,13% serta total pengaruh langsung dan tidak langsung sebesar 86,81%. Peran guru merupakan faktor dominan yang sangat mempengaruhi pemberdayaan remaja. Semakin tinggi peran guru maka semakin tinggi pula pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan seks bebas. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan partisipasi aktif guru di Wilayah Kerja Puskesmas Kesambi Kota Cirebon dalam kegiatan pemberdayaan remaja agar semua guru ikut terlibat sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan. Tenaga kesehatan diharapkan juga dapat mengembangkan dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral dengan sekolah sehingga proses pemberdayaan remaja dapat lebih ditingkatkan.
 Kata kunci : Peran tenaga kesehatan, peran guru, peran teman sebaya, motivasi remaja, pemberdayaan remaja
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.003 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.004 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.002 | 0.009 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.002 | 0.003 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it