PERANCANGAN ULANG PROSES UNTUK MEREDUKSI WAKTU PROSES DAN MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI YANG LEBIH EFEKTIF AGAR DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJ
Bibliographic record
Abstract
Desa Genteng berada di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Dengan sumber daya alam yang melimpah berupa bambu, yang tumbuh liar begitu saja. Ini menjadi mata pencaharian penduduk yaitu kerajinan dari bambu, mengolah bambu menjadi berbagai produk kerajinan diantaranya adalah boboko (bakul), nyiru (ampan), hihid (kipas), ayakan (saringan), dingkul (tempat menyimpan perkakas). Hasil anyaman seperti boboko (bakul), biasanya dijual ke bandar Rp 10 ribu/buah. Satu orang warga bisa memproduksi sebanyak tiga boboko(bakul) dalam waktu satu hari. Pengrajin baru memanfaatkan salah peluang saja dari mengolah bambu, baru mengupayakan satu ranting dari satu bagian saja dari pohon industri bambu. Para pengrajin bambu baru memilih mengolah bambu bagian batangnya menjadi iratan kemudian menganyamnya menjadi beberapa produk. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Teknik Industri Unpas ini adalah agar para pengrajin lebih mampu dan mau mencoba untuk menghasilkan produk dari berbagai macam pengolahan semua bagian dari pohon bambu agar bernilai ekonomis dengan nilai tambah yang tinggi. Sehingga memiliki peluang pendapatan yang lebih banyak dan lebih tinggi. Namun pada tahap pertama ini, para pengrajin belum bisa langsung beralih atau mencoba membuat produk lain. Maka yang perlu dibantu adalah dengan membuatkan rancangan proses baru dengan menggunakan mesin pembuat iritan bambu agar prosesnya menjadi lebih cepat dan sekaligus bisa meningkatkan kapasitas produksi. Bambu dengan panjang ruas 45-65 cm dan ketebalan 15 mm untuk dijadikan iritan bambu setebal 2 mm jika menggunakan mesin akan dihasilkan 7 iritan bambu dalam waktu 2 detik. Sedangkan jika manual menggunakan pisau memerlukan waktu 60 detik. Sehingga iritan bambu yang disiapkan lebih banyak dan diharapkan boboko yang bisa dibuat dalam satu hari menjadi lebih banyak lagi.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.003 | 0.001 |
| Open science | 0.000 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.020 | 0.005 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".