PELATIHAN SENI TARI TRADISIONAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SERANG BANTEN
Bibliographic record
Abstract
Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar, khususnya seni tari, materi yang diberikan hendaknya bepijak dari seni tari tradisional yang berbasis pendidikan karakter untuk menumbuhkan dan mengembangkan karakter siswa. Pembelajaran seni tari harus mencakup indikator yang melingkupi aspek psikomotor, afektif dan kognitif. Pada kenyataannya guru Sekolah Dasar yang mengajar seni budaya mayoritas bukan berlatar pendidikan S1 dari disiplin pendidikan ilmu seni, tetapi hampir semuanya lulusan PGSD yang secara khusus melahirkan calon guru SD, dimana.kedudukan guru Sekolah dituntut untuk mengajar dalam berbagai disiplin bidang ilmu. Kondisi ini terjadi pada pembelajaran seni budaya pada tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Serang Banten. Mengamati realitas pelaksanaan pendidikan tersebut menunjukkan betapa prihatinnya kondisi pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar. Padahal tuntutan kurikulum, semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran seni tari mesti dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan Nasional. Bercermin pada kondisi masalah yang digambarkan di atas, sangat penting dilakukannya penanganan pembelajaran seni budaya khususnya seni tari di SD wilayah Kabupaten Serang Banten melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan yang secara khusus untuk mengembangkan kompetensi akademik dan skill para guru di SD agar siap sebagai pengajar seni tari di sekolahnya. Untuk menunjang keterlaksanaan pembelajaran tersebut dibutuhkan adanya bimbingan tentang cara-cara mengatasi kesulitan mengajar di kelas, dalam hal menentukan materi dan mengembangkan bahan ajar, pembinaan secara praktik tentang mewujudkan pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif, produktif dan rekreatif sesuai dengan karakteristik dari perkembangan peserta didik tingkat sekolah dasar. Melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan seni tari tradisional terhadap guru-guru seni di SD diharapkan dapat mengatasi permasalahan guru-guru seni budaya di SD dalam mengajar seni budaya khususnya seni tari, agar peserta didik/siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan yang memadai dalam pembelajaran seni tari.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.000 |
| Research integrity | 0.000 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.005 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".