Perkembangan Jumlah Fasilitas dan Pengunjung Objek Wisata di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Kecamatan Rancabali menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung termasuk dalam kawasan hirarki IV yang dipilih sebagai pusat wisata. Kecamatan Rancabali banyak menyimpan keindahan alam, kebudayaan tradisional sunda dan hingga wisata edukasi masyarakat. Perkembangan pariwisata di Kecamatan Rancabali sangat terlihat jelas dalam jangka waktu lima tahun yaitu antara tahun 2013 hingga 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pariwisata berdasarkan perkembangan fasilitas setiap objek wisata, pengelolaan objek pariwisata dan laju pertumbuhan pengunjung yang terjadi di Kecamatan Rancabali. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan wawancara dengan pengelola objek pariwisata. Perkembangan yang di amati adalah kondisi objek wisata selama lima tahun di Kecamatan Rancabali. Dalam kurun waktu lima tahun terdapat tiga objek wisata baru dari 13 objek wisata yang ada di Kecamatan Rancabali, terdapat perkembangan fasilita di setiap objek wisata diantaranya terdapat 18 penginapan baru, lima kolam pemandian baru, tiga cafe, dan satu outbound dalam waktu lima tahun. Pengelolaan objek wisata di Kecamatan Rancabali berbeda-beda lama waktu dikelolanya, terlama ada pada objek wisata Situ Patenggang yang sudah sewa lahan selam 42 tahun hingga tahun 2018, laju pertumbuhan pengunjung menggambarkan adanya perkembangan pariwisata di Kecamatan Rancabali, laju pertumbuhan terbesar berada di objek wisata baru Glamping Lakeside dimana memiliki rata-rata pertumbuhan sebanyak 47% selama tiga tahun. Hasil identifikasi perkembangan pariwisata di kecamatan Rancabali menunjukan ada empat bentuk perkembangan yaitu, adanya tiga objek wisata baru dalam jangka waktu lima tahun, bertambahnya jumlah fasilitas di setiap objek wisata, pengelolaan setiap objek wisata yang berbeda-beda, dan terdapatnya jumlah laju pertumbuhan pengunjung dalam jangka waktu lima tahun. Kata Kunci: fasilitas pariwisata, Kecamatan Rancabali ,objek wisata, pengelolaan pariwisata
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.007 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.009 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.003 |
| Research integrity | 0.000 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.007 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it