Teknologi Web sebagai Media Pelestarian Budaya Batak Toba Secara Khusus Marga Samosir Se-JABODETABEK
Bibliographic record
Abstract
Batak Toba merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Suku Batak Toba dikenali dengan banyak nama keluarga yang disebut sebagai marga, salah satunya adalah marga Samosir. Salah satu karakter Suku Batak Toba adalah merantau dan membentuk komunitas di tempat perantauan sehingga tetap saling terhubung satu sama lain. Komunitas ini dapat mewakili marga, asal daerah, agama, dan lainnya seperti perkumpulan marga Samosir se-JABODETABEK. Perkumpulan ini terdiri dari sejumlah banyak anggota yang mewakili beberapa wilayah di JABODETABEK antara lain Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Depok, Tangerang Selatan, dan lainnya. Keberadaan anggota yang sangat besar ini membutuhkan pengelolaan data keanggotaan yang efektif sehingga memudahkan pengurus pusat maupun setiap kordinator wilayah dalam operasional kegiatannya, menyusun rencana strategis perkumupulan, serta dalam proses pengambilan keputusan terkait perkumpulan. Secara spesifik bagi suku Batak Toba, terdapat dua data khusus (tarombo) sebagai data pendukung. Data special ini tidak dimiliki oleh komunitas kesukuan lainnya. Adapun data khusus ini adalah nomor urut dalam silsilah keluarganya serta nama ompu setiap kepala keluarga. Data khusus akan mempengaruhi tata cara pemanggilan serta posisi seorang dalam setiap kegiatan adat baik suka maupun duka. Data personal, data keluarga, serta data khusus ini menjadi sangat penting dalam komuntas kemargaan sehingga membutuhkan media yang efektif untuk pengelolaannya. Salah satu media yang disuulkan dalam penelitian ini adalah website. Berdasarkan data yang terkumpul melalui website menunjukkan bahwa dari 600 sekian anggota marga Samosir Se-JABODETABEK telah teridentifikasi sekita 450 data atau sekitar 75% selama proses pendataan dalam dua bulan.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.006 | 0.006 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.010 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.001 |
| Open science | 0.004 | 0.003 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.007 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".