EVALUASI PEMANFATAN DANA INSENTIF DAERAH BERBASIS PENGHARGAAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA PROVINSI JAWA TENGAH, BENGKULU DAN JAWA TIMUR
Bibliographic record
Abstract
Abstrak
 Ketimpanganpembangunan daerah terkait disparitas fiskal menjadi permasalahan hingga saat ini. Pembangunan desentralisasi fiskal bukan hanya terkait transfer dana kepada pemerintah daerah, tetapi perhatian pada penciptaan dampak positif perbaikan kualitas pelayanan publik menjadi utama, selain juga pertumbuhan ekonomi regional. Pada level provinsi, Dana Insentif Daerah (DID) menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan daerah sekaligus menjadi ukuran kualitas daerah karena untuk mendapatkannya diperlukan kompetisi. Salah satu kompetisi yang menjadi dasar perhitungan alokasi Dana Insentif Daerah adalah Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas. Evaluasi terkait DID bertujuan untuk menilai kualitas realisasi dan efektivitas pemanfaatan anggaran DID tahun 2021 kepada daerah terbaik PPD tahun 2020 menjadi menarik diulas dalam rangka memperkuat kerjasama pemerintah pusat dan daerah serta meningkatkan pemanfaatan dana tersebut di daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan optimalisasi kuesioner google form dan memanfaatkan aplikasi Zoom sebagai verifikasi terbatas pada penerima DID tahun 2021 khususnya 3 terbaik Provinsi PPD 2020 untuk melihat implementasi lapangan terkait perubahan kebijakan yang mempengaruhi pelaksanaan DID dalam masa Pandemi COVID-19 dalam konteks evaluasi on going. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun realisasi pada 3 provinsi lokasi studi kasus dinilai baik, namun secara umum pemanfaatan DID agak berbeda sehingga belum well planned jika dibandingkan dengan dana transfer lain seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) yang proses dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya dilakukan secara lebih berjenjang dan menggunakan sistem yang lebih mapan.
 Kata Kunci: Dana Insentif Daerah, Penghargaan Pembangunan Daerah, Provinsi, Evaluasi
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.003 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.005 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".