Penerapan Tema Kontemporer Pada Masjid Agung Kota Langsa
Bibliographic record
Abstract
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masjid merupakan rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang islam. Kata masjid berasal dari Bahasa Arab yang arti katanya meluas menjadi bangunan khusus yang dijadikan orang-orang untuk tempat berkumpul menunaikan shalat berjama’ah lima waktu. Masjid selain memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, mengajarkan ilmu agama, juga dapat menjadi landmark dari suatu kota. Sebagai bangunan yang berpotensi menjadi landmark kota dan pusat kegiatan keagamaan, Masjid Agung Kota Langsa berada dilahan yang sangat terbatas dan daya tampung yang sedikit, memiliki skala bangunan yang rendah sehingga tidak memberikan kesan megah, memiliki dinding polos tanpa ornament, dan kubah yang sudah usang dan berkarat. Oleh karena itu, Masjid Agung Kota Langsa akan dirancang ulang untuk dijadikan sebagai salah satu pusat perhatian baru, meningkatkan daya tampung jamaah, memaksimalkan fungsi masjid, dan memenuhi standard pada masjid agung. Kota langsa yang memiliki warga yang lebih heterogen terhadap budaya membawa perancangan ini menggunakan tema kontemporer. Konsep perancangan masjid agung ini lebih kearah modern dan menggunakan teknologi di beberapa elemen masjid sebagai simbol bahwa Kota Langsa merupakan sebuah daerah yang sudah sangat berkembang. Lahan masjid akan diperluas dengan mengambil lahan pertokoan tua disisi utara, dan membuat satu massa tunggal dengan 1 basement dan 3 lantai diatasnya. Lantai 1 dijadikan sebagai tempat kebutuhan sosial, seperti TPQ, retail, ruang serba guna, toilet dan tempat wudhu. Lantai 2 dan 3 dijadikan sebagai tempat ibadah utama.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.001 |
| Research integrity | 0.000 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.003 | 0.003 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".