Implementasi Moderasi Beragama Pada Madrasah Dengan Kurikulum Berbasis Neurosains, Berdasarkan Potensi Dan Karakteristik Provinsi Aceh
Bibliographic record
Abstract
Moderasi beragama merupakan Program Kementerian Agama untuk merubah cara pandang masyarakat Indonesia agar moderat pada setiap perbedaan. Moderasi beragama tidak hanya diimplementasikan di lingkungan Aparatur Sipil Negara, tetapi dimulai sejak jenjang Pendidikan. Namun, implementasi moderasi beragama dilakukan secara bervariasi sesuai dengan hasil interpretasi dan pemahaman guru yang akan mengajarkan moderasi beragama pada siswa karena tidak terdapat kurikulum atau panduan yang mengatur tentang implementasi moderasi beragama pada bidang Pendidikan. Demikian pula yang diimplementasikan pada Provinsi Aceh. Tujuan dilakukan kajian ini adalah: 1) mendeskripsikan dan menganalisa strategi untuk mengimplementasikan moderasi beragama dalam bidang Pendidikan sesuai dengan potensi dan keistimewaan Provinsi Aceh, 2) mengembangkan pedoman sebagai acuan implementasi moderasi beragama sesuai dengan kondisi siswa, berdasarkan potensi dan keistimewaan Provinsi Aceh. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil kajian: 1) moderasi beragama diterapkan pada madrasah dengan bervariasi berdampak pada tidak samanya output dan outcome pembelajaran moderasi beragama sehingga keberhasilan implementasi moderasi beragama tidak dapat digeneralisasikan. Maka, implementasi moderasi harus dilakukan sesuai dengan potensi dan keistimewaan Aceh sehingga nilai-nilai yang diperkenalkan harus dilakukan pemahaman terhadap siswa. Strategi yang digunakan untuk mengimplementasikan moderasi beragama adalah membuat kurikulum moderasi beragama khusus untuk madrasah di Provinsi Aceh sehingga dapat mengakomodir potensi dan keistimewaan Aceh, 2) pengembangan kurikulum moderasi beragama yang tepat adalah berbasis neurosains, tumbuh kembang anak, potensi dan keistimewaan Provinsi Aceh. Kesimpulan: implementasi moderasi beragama dapat dilakukan inovasi, untuk menjamin tercapainya output dan outcome perlu dirumuskan panduan yang dapat digunakan oleh seluruh satuan pendidikan pada daerah tersebut
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.006 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.004 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.004 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".