Penataan Ruang Kota Berbasis Lingkungan di Kota Surakarta: Implementasi dan Dampaknya
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Penataan ruang kota berbasis lingkungan merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Kota Surakarta, sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia, menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan degradasi lingkungan yang signifikan. Penataan ruang berbasis lingkungan menjadi salah satu strategi utama yang diimplementasikan oleh pemerintah kota untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan kota dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penataan ruang berbasis lingkungan di Kota Surakarta, serta dampak yang ditimbulkan dari penerapannya terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai kebijakan dan peraturan terkait tata ruang di Kota Surakarta, serta dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat dan kondisi lingkungan setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan penataan ruang di Kota Surakarta telah memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada pelestarian ruang terbuka hijau, pengelolaan sumber daya alam, serta penataan wilayah permukiman yang ramah lingkungan. Implementasi kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan, seperti peningkatan ruang terbuka hijau dan pengurangan polusi. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi antar lembaga, serta resistensi dari sebagian masyarakat terkait perubahan fungsi lahan. Secara keseluruhan, penataan ruang berbasis lingkungan di Kota Surakarta telah menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun masih membutuhkan perbaikan dan penguatan dalam beberapa aspek. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini mencakup peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, pengembangan kebijakan yang lebih inklusif, serta peningkatan kapasitas pemerintah dalam mengelola perubahan tata ruang yang berkelanjutan.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.004 | 0.004 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.004 | 0.003 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.011 | 0.003 |
| Scholarly communication | 0.004 | 0.002 |
| Open science | 0.004 | 0.004 |
| Research integrity | 0.001 | 0.005 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.004 | 0.004 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it