PERCEPATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN SEKTOR AIR MINUM DAN SANITASI DALAM DOKUMEN PERENCANAAN DAERAH
Bibliographic record
Abstract
Air merupakan kebutuhan primer manusia, demikian pula dengan pengelolaan limbah yang berasal dari aktivitas manusia. Dengan demikian, pemerintah mempunyai program untuk melakukan perbaikan sektor air minum dan sanitasi. Namun untuk melakukan pembangunan kedua sektor tersebut dibutuhkan strategi yang dapat mengkolaborasikan seluruh faktor yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan percepatan perencanaan pembangunan sektor air minum dan sanitasi yakni infrastruktur, adaptasi, partisipasi, kolaborasi antar sektor, keberlanjutan dan percepatan perencanaan pembangunan melalui RPJMA. Tujuan kajian ini adalah untuk merumuskan strategi mengenai percepatan perencanaan pembangunan sektor air minum dan sanitasi dalam dokumen perencanaan daerah. Pada RPJMN 2020-2024 telah menetapkan target capaian akses air minum layak sebesar 100% (termasuk 15% akses air minum aman), 90% akses sanitasi layak (termasuk 15% akses aman). Kajian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan prioritas kebijakan dilakukan dengan metode AHP. Hasil olah AHP dilakukan analisa dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil kajian: 1) untuk melakukan percepatan perencanaan pembangunan sektor air minum dan sanitasi membutuhkan strategi prioritas dengan menekankan pada aspek keberlanjutan yang secara konsisten melakukan pembangunan infrastruktur khususnya penemuan titik air minum, sistem penyediaan air minum dan sistem penyediaan listrik sehingga dapat meningkatkan ketersediaan air yang bukan hanya untuk meningkatkan sumber air minum tetapi untuk keperluan sanitasi. Perencanaan berkelanjutan tersebut perlu dilakukan adaptasi dengan perbaikan berdasarkan prinsip fleksibilitas. Untuk keberlanjutan pembangunan dibutuhkan partisipasi masyarakat dengan prinsip demokrasi dan kolaborasi antar sektor dengan menggunakan collaborative governance. Pembangunan secara berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari dokumen perencanaan yakni RPJMA yang dilaksanakan dengan komitmen tinggi untuk mewujudkan target yang sudah ditentukan.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.000 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.000 |
| Research integrity | 0.000 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.008 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one teacher head, not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".