Pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Provinsi Bengkulu adalah provinsi termiskin nomor 2 (dua) di Pulau Sumatera. Meski angka kemiskinan provinsi ini terus menurun hingga mencapai 13,56 % namun masih jauh di bawah rata-rata nasional. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu Tahun 2024 adalah 4,62%, terus menerus meningkat namun peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu masih jauh jika dibandingkan beberapa provinsi di Sumatera. Bengkulu hanya menyumbang kontribusi sebesar 2,14% terhadap ekonomi pulau Sumatera. Lebih dari seperempat PDRB Provinsi Bengkulu berasal dari kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, yaitu sebesar 28,26%. Salah satu penyebab rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu karena beberapa produk sumber daya alam yang ada di Bengkulu dipasarkan dalam bentuk bahan baku, belum diolah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi. Beberapa bahan baku yang berasal dari Bengkulu dijual ke provinsi lain kemudian diolah menjadi produk setengah jadi ataupun barang jadi, namun tidak dapat diklaim sebagai produk dari Bengkulu. Hal ini menyebabkan Bengkulu sulit untuk mencatatkan data ekspor barang dari Provinsi Bengkulu. Salah satu upaya untuk menyiasati hal tersebut adalah dengan hilirisasi komoditi unggulan. Kawasan Industri dipercaya akan mampu memberikan efek ganda bagi pertumbuhan positif indikator makro di Provinsi Bengkulu. Adanya Kawasan Industri di Provinsi Bengkulu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam di Provinsi Bengkulu. Penetapan kebijakan ini sudah pernah dicanangkan namun belum terlaksana karena ada beberapa tantangan yang ditemui dalam proses perizinan pembentukan kawasan industri. Hal ini pernah dicanangkan oleh Gubernur Bengkulu periode 2021-2024 pada tanggal 1 April 2022 tentang kick off pencanangan Kawasan Industri (KI) Pulau Baai namun hingga saat ini KI Pulau Baai belum terwujud. Makalah kebijakan ini bertujuan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemangku kepentingan terkait, guna mewujudkan pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.000 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.000 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it