Ganti Rugi Korban Kecelakaan Pesawat Udara: Tanggung Jawab Maskapai atau Produsen Pesawat? (Studi Kasus Sriwijaya Air SJ 182)
Bibliographic record
Abstract
Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menewaskan 62 orang penumpang dan awak kabin. Atas kematian penumpang, pihak maskapai memberikan ganti rugi kepada korban kecelakaan pesawat tersebut. Sebagian penumpang menerima, namun sebagian menolak karena ingin menuntut Boeing sebagai pihak produsen pesawat. Hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai pihak mana yang seharusnya bertanggung jawab. Apalagi Hukum Nasional Amerika Serikat membuka kesempatan para korban kecelakaan melakukan penuntutan terhadap Boeing sebagai produsen pesawat berdasarkan hukum nasionalnya melalui hukum perlindungan konsumen. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis pihak mana yang sebenarnya memiliki tanggung jawab dalam memberikan ganti kerugian terhadap korban kecelakaan pesawat udara. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan fokus utama pada sumber-sumber hukum primer, sekunder, dan tersier. Hukum internasional yang mengatur mengenai tanggung jawab atas ganti rugi korban kecelakaan pesawat udara yaitu Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999 hanya mengatur maskapai sebagai pihak yang bertanggung jawab sehingga terdapat kesenjangan hukum. Hukum nasional Indonesia yang seharusnya mengisi kesenjangan hukum yang ada juga tidak mengatur mengenai tanggung jawab produsen pesawat dan hanya mengatur tanggung jawab maskapai sebagai pengangkut utama. Penulis berkesimpulan bahwa diperlukan adanya reformasi regulasi penerbangan baik di tingkat nasional maupun internasional yang mengatur lebih lanjut berkaitan tanggung jawab produsen pesawat untuk mendorong keadilan bagi korban dan meningkatkan keamanan dan keselamatan industri penerbangan global.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.002 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.003 | 0.003 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".