Rekonstruksi Ruang Peri-Urban: Interaksi Sosial-Ekonomi Dalam Dinamika Kutub Pertumbuhan dan Proses Gentrifikasi di Kawasan Perkotaan Bulukumba
Bibliographic record
Abstract
Perkembangan wilayah perkotaan di Kabupaten Bulukumba menunjukkan kecenderungan ekspansi spasial menuju kawasan peri-urban, yang secara historis ditandai oleh kemunculan kutub-kutub pertumbuhan baru. Fenomena ini mencerminkan proses urbanisasi dan memunculkan dinamika sosial yang kompleks melalui migrasi penduduk dari wilayah perdesaan maupun perkotaan. Migrasi ini didorong oleh pencarian peluang ekonomi, keterjangkauan perumahan, serta pergeseran preferensi gaya hidup yang semakin berorientasi urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kutub pertumbuhan terhadap perubahan morfologi wilayah, serta mengeksplorasi peran gentrifikasi dalam membentuk pola interaksi sosial-ekonomi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan analisis spasial, uji korelasi, serta pendekatan grounded theory untuk memahami fenomena secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisik dan non-fisik dipengaruhi oleh pola pertumbuhan yang terfragmentasi, dengan konsentrasi pada potensi ekonomi dan aksesibilitas tinggi. Pembentukan kutub pertumbuhan merupakan konsekuensi dari ekspansi spasial kota secara leapfrogging centrifugal, di mana perkembangan di pusat kota mendorong munculnya kantong-kantong pembangunan baru di kawasan peri-urban. Kawasan ini berfungsi sebagai ruang transisi yang menawarkan peluang ekonomi dengan biaya hidup yang lebih rendah, sehingga menarik bagi migran urban yang terdorong oleh tekanan sosial-ekonomi. Gentrifikasi tidak hanya menjadi proses revitalisasi fisik, tetapi juga bertindak sebagai mekanisme seleksi sosial-ekonomi yang merekonstruksi identitas dan nilai kultural dalam ruang yang semakin terindustrialisasi. Peralihan dari ekonomi agraris ke ekonomi urban menandai transformasi struktural yang dipengaruhi oleh efisiensi pasar, kompetisi, dan rasionalitas kapitalisme ruang.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.003 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.001 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.000 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".