Peran Perempuan Desa dalam Mendukung Keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Daerah 3T
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Indonesia telah mencapai rasio elektrifikasi nasional lebih dari 99% pada akhir tahun 2024, namun kesenjangan akses energi masih terjadi di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan ini. Namun, keberlanjutan infrastruktur energi terbarukan ini menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam aspek pemeliharaan dan operasional yang perlu lebih dioptimalkan untuk menjaga keberlanjutan. Terdapat potensi pemberdayaan perempuan desa dalam pemeliharaan dan operasional untuk memastikan infrastruktur pembangkit energi terbarukan ini dapat mencapai hasil maksimal sesuai umur rencana. Pendekatan yang mengabaikan dimensi gender dalam pengembangan energi terbarukan menghasilkan outcome keberlanjutan yang kurang optimal, khususnya di daerah terpencil Indonesia, dimana perempuan yang merupakan 51% dari populasi tetap terpinggirkan dalam tata kelola energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran krusial perempuan desa dalam memastikan keberlanjutan PLTMH dan PLTS di daerah 3T, serta merekomendasikan kebijakan komprehensif untuk memberdayakan perempuan dalam sektor energi terbarukan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dalam energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melibatkan perempuan sebagai operator lokal dan pelaku ekonomi produktif dapat meningkatkan keberlanjutan infrastruktur energi sambil mendorong kesetaraan gender. Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya upaya yang disengaja untuk mengatasi hambatan struktural dalam mengintegrasikan perempuan ke dalam sektor energi terbarukan. Inisiatif energi komunitas tidak secara otomatis inklusif gender, dan kesuksesan inklusi gender bergantung pada kebijakan yang mendukung partisipasi perempuan secara aktif
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.003 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.004 | 0.001 |
| Research integrity | 0.002 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it