Keberlanjutan Tradisi Adat dan Transformasi Kemandirian Ekonomi Lokal: Pelajaran dari Swasembada Pangan di Kampung Naga
Bibliographic record
Abstract
Sistem pangan global menghadapi kerentanan yang semakin besar terhadap guncangan dan tekanan modernisasi yang mengancam kedaulatan pangan lokal. Komunitas adat seperti Kampung Naga menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat menciptakan sistem pangan yang tangguh. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai dan praktik tradisional mendukung swasembada pangan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kampung Naga. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti melakukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 15 informan kunci yang meliputi tokoh adat, petani, perempuan, dan pemuda. Data dianalisis secara tematis untuk mengidentifikasi pola dan wawasan. Hasil penelitian menemukan bahwa swasembada pangan dicapai melalui tiga pendekatan utama: pertanian organik menggunakan varietas padi lokal (pare ageung) dan pupuk alami, pengelolaan sumber daya air yang efisien secara kolektif, serta lembaga sosial yang kuat termasuk lumbung komunal (leuit) dan tradisi gotong royong. Praktik-praktik ini menciptakan jaring pengaman sosial-ekonomi yang andal bagi masyarakat. Namun, studi ini juga mengungkapkan tantangan dalam menyeimbangkan norma tradisional dengan kebutuhan modern. Masyarakat menghadapi kesulitan dalam mempertahankan larangan budaya untuk meminta bantuan eksternal sementara membutuhkan adopsi teknologi baru dan akses modal untuk pertumbuhan ekonomi. Penelitian menyimpulkan bahwa ketahanan pangan yang berhasil di Kampung Naga bergantung pada kombinasi kearifan lokal, kepemimpinan tradisional yang efektif, dan kebijakan pemerintah yang mendukung serta menghormati hak-hak masyarakat adat. Pendekatan terpadu ini menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta menawarkan pelajaran berharga bagi komunitas lain yang menghadapi tantangan serupa.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.005 | 0.002 |
| Open science | 0.000 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.012 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".