Self-Efficacy Pekerja Terhadap Penerapan 5r Di PT Aneka Gas Industri Tbk. Sidoarjo
Bibliographic record
Abstract
Menurut WHO, Promosi kesehatan adalah proses atau upaya pemberdayaan masyarakat untuk dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai keadaan sehat, seseorang atau kelompok harus mampu mengidentifikasi dan menyadari aspirasi, mampu memenuhi kebutuhan dan merubah atau mengendalikan lingkungan (Piagam Ottawa, 1986). Tujuan dari promosi kesehatan yaitu utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan individu, keluarga, ataupun masyarakat yang ada dilingkungan kerja untuk hidup sehat serta mengembangkan upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat dan terciptanya lingkungan kondusif sehingga mendorong terbentuknya kemampuan tersebut. Sehingga promosi kesehatan di tempat kerja merupakan suatu upaya preventif dan promotif untuk memampukan tenaga kerja dalam berperilaku lebih sehat serta mengkondisikan lingkungan kerja menjadi nyaman sehingga pekerja dapat bekerja dengan optimal. Perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja wajib memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja yang mencakup keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, perlakukan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia dan nilai agama (UU RI No 13 tahun 2003). Pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja menjadi hal yang penting untuk diterapkan di perusahaan karena melibatkan pekerja dalam suatu tempat kerja. Upaya implementasi promosi kesehatan yang bisa dilakukan di perusahaan meliputi penggunaan alat pelindung diri, media yang digunakan sebagai promosi kesehatan, sarana prasarana dan gerakan masyarakat yang mendukung terciptanya perilaku sehat. Perilaku sehat adalah suatu aktivitas yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan baik yang dapat diamati maupun yang tidak diamati. Oleh sebab itu, tenaga kerja perlu berperilaku sehat agar produktif dalam bekerja. Angka kecelakaan kerja di Indonesia termasuk di Jawa Timur cukup besar.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.007 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.001 |
| Research integrity | 0.004 | 0.005 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.006 | 0.004 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".