Analisis dan Perancangan Display dan Fungsi Handphone dengan Konsep Usability, Studi Kasus Handphone Nokia 9500
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Banyaknya alat teknologi yang bermunculan saat ini semakin memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Alat-alat teknologi tersebut terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia yang juga semakin kompleks. Demikian pula dengan handphone. Handphone yang dulunya diciptakan dengan fungsi utama memudahkan manusia berkomunikasi dimanapun dan kapanpun, kini telah dilengkapi beragam fasilitas yang dapat digunakan sebagai hiburan. \n\t Perkembangan handphone yang terbaru adalah dilengkapi dengan fasilitas office. Handphone ini disebut communicator. Tiap orang bisa melakukan aktivitas menyimpan data, mencari informasi dengan menggunakan communicator ini. Dengan adanya kemudahan ini, tiap orang tentu akan tertarik untuk membelinya dengan pertimbangan kebutuhan. Salah satu communicator yang cukup diminati adalah Nokia 9500. Dari hasil survei, ada pendapat yang mengaku puas dengan keberadaan Nokia 9500. Tapi ada juga beberapa pendapat yang mengaku kurang puas. Apalagi ada cukup banyak non user potensial tapi tidak menggunakan Nokia 9500. Hal ini terkait dengan pengoperasiannya. Dari hasil survei dengan user ada beberapa menu yang pengoperasiannya dianggap cukup sulit. Masalah ini dianalisis dengan pendekatan usability. \n\tPada penelitian ini, sampel yang diambil adalah user Nokia 9500 dan non user potensial. Sampel diambil dengan cara menyebarkan kuesioner awal kepada user Nokia 9500 untuk mengetahui latar belakang, tingkat kepentingan, tingkat persepsi dan ekspektasi. Dari situ, maka bisa ditentukan bagian dari Nokia 9500 yang dirasa kurang usable. Terkait dengan menu, ada 5 menu yang dianggap cukup sulit dioperasikan yaitu web, document, sheet, backup memori, dan profile. Berkaitan dengan display, yang dirasa kurang usable adalah warna background, ukuran huruf menu, kombinasi warna background dan warna huruf, pemilihan bahasa, dan vibrate mode. \n\tLangkah selanjutnya dibuat rancangan usulan dan diujikan pada user maupun non user utuk melihat apakah rancangan usulan lebih baik dari kondisi awal. Tolak ukur yang dipakai adalah waktu penyelesaian tiap task dan jumlah kesalahan tiap task. Untuk user, waktu rata-rata awalan web dari 38,94 turun sebesar 18,54; document dari 250,34 turun sebesar 54,92; sheet dari 70,75 turun sebesar 42,04; backup dari 57,08 turun sebesar 20,19; profile dari 64,55 turun sebesar 31,85. Untuk non user, waktu rata-rata awalan web dari 68,39 turun sebesar 11,38; document dari 283,44 turun sebesar 12,13; sheet dari 95,61 turun sebesar 8,53; backup dari 88,41 turun sebesar 5,92; profile dari 89,62 turun sebesar 11,35. Semua satuan waktu dalam detik. Untuk user, jumlah kesalahan rata-rata awalan web dari 0,83 turun sebesar 0,63; document dari 1,47 turun sebesar 1,17; sheet dari 0,87 turun sebesar 0,77; backup dari 1,60 turun sebesar 1,40; profile dari 1,23 turun sebesar 1,06. Untuk non user, jumlah kesalahan rata-rata awalan web dari 1,87 turun sebesar 1,47; document dari 2,53 turun sebesar 2,06; sheet dari 2,07 turun sebesar 1,67; backup dari 2,47 turun sebesar 2,27; profile dari 2,67 turun sebesar 2,30. Satuan jumlah kesalahan dalam kali. Rata-rata % pengurangan waktu user 42,736%, non user 9,84%. Rata-rata % pengurangan kesalahan user 83,536%, non user 83,75%. Dari uji statistik diperoleh hasil bahwa rancangan usulan lebih baik dari kondisi awal. Dilakukan analisis kuadran untuk menentukan keunggulan dan kelemahan Nokia 9500. Keunggulan Nokia 9500 diantaranya jaminan garansi resmi, layar handphone besar, merk terkenal di pasaran, buku manual pengoperasian jelas dan lengkap, mudah diperoleh di pasaran. Kelemahannya adalah kualitas produk terjamin, fasilitas yang ditawarkan lengkap, mudah dioperasikan, mudah dalam menekan tombol, desain produk menarik, harga terjangkau. Kelemahan inilah yang perlu diperhatikan untuk diperbaiki. Sehingga nantinya Nokia 9500 benar-benar menjadi produk yang memudahkan user untuik mengoperasikannya. \n
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.003 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.003 | 0.004 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.005 | 0.003 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.005 |
| Science and technology studies | 0.004 | 0.006 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.001 |
| Open science | 0.004 | 0.002 |
| Research integrity | 0.003 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.003 | 0.002 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it