FENOMENA QUARTER LIFE CRISIS MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Bibliographic record
Abstract
Skripsi dengan judul “Fenomena Quarter life crisis Mahasiswa BKI di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung” ini ditulis oleh Siti Aisah (12306193102) Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. \nQuarter life crisis merupakan kondisi psikologis yang dialami oleh seseorang dalam rentang usia 20-an hingga awal 30-an. Quarter life crisis ditandai dengan adanya rasa tidak percaya diri, kebingungan, dan kecemasan terkait masa depan, serta merasa tidak puas dengan pencapaian hidupnya. Kondisi ini seringkali terjadi pada orang yang berada pada tahap transisi antara masa remaja ke dewasa, seperti mahasiswa. Penelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui kecemasan dalam menghadapi masa depan karir pada fenomena Quarter life crisis, kedua untuk mengetahui ekspektasi sosial pada fenomena Quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa bimbingan konseling Islam, ketiga untuk mengetahui tekanan akademik pada fenomena Quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa bimbingan konseling Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Metode dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melalui wawancara untuk menggali informasi. \nHasil dari penelitian ini adalah pertama kecemasan terkait masa depan karir menjadi perhatian utama bagi mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Keterbatasan peluang kerja, keterkaitan ilmu dengan pekerjaan, persyaratan tambahan seperti sekolah profesi, dan persaingan dalam mendapatkan karir yang diinginkan adalah beberapa faktor yang memengaruhi kecemasan ini, kedua ekspektasi sosial memainkan peran penting dalam fenomena Quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Perbedaan antara harapan sosial dan realita yang dialami oleh mahasiswa dapat memicu keadaan Quarter life crisisis, ketiga tekanan akademik meskipun bukan faktor utama, tetap menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Tekanan ini bisa berasal dari lingkungan sosial dan ekspektasi keluarga. Penting untuk memahami bahwa individu memiliki perbedaan dalam menanggapi tekanan akademik, dan beberapa mahasiswa merasakan dampak negatif seperti perasaan minder dan kurangnya keyakinan diri. \nKesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecemasan terkait masa depan karir menjadi perhatian utama bagi mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. ekspektasi sosial memainkan peran penting dalam fenomena Quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Perbedaan juga terlihat antara harapan sosial dan realita yang dialami oleh mahasiswa dapat memicu krisis pada tahap kehidupanya. Terdapat perbedaan dalam persepsi ekspektasi sosial dengan ekspektasi pribadi yang dimiliki oleh mahasiswa. Tekanan akademik meskipun bukan faktor utama, tetap menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Tekanan dari akademik ini bisa berasal dari lingkungan sosial dan ekspektasi keluarga. \nKata Kunci : Quarter Life Crisis, Mahasiswa BKI.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.004 | 0.002 |
| Open science | 0.000 | 0.004 |
| Research integrity | 0.002 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.162 | 0.037 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".