MétaCan
Menu
Back to cohort
Record W7014356816

PENGATURAN CRYPTO ASSET DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL
\nDAN PRAKTIKNYA DI BEBERAPA NEGARA
\n( AUSTRALIA, CANADA, JEPANG dan INDONESIA )

2020· dissertation· id· W7014356816 on OpenAlex

Why this work is in the frame

A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.

aboutThe title or abstract carries a Canadian signal from the geographic lexicon.
no affNo Canadian affiliation: this work is invisible to an affiliation-only frame.
No Canadian affiliation. An affiliation-only frame, the usual design, would never have seen this work. It is one of the works that make the case for inverting the frame.

Bibliographic record

VenueAndalas University eThesis (Andalas University) · 2020
Typedissertation
Languageid
FieldSocial Sciences
TopicLegal and Policy Analysis in Indonesia
Canadian institutionsnot available
Fundersnot available
KeywordsAsset (computer security)Consumer protectionCryptocurrency
DOInot available

Abstract

fetched live from OpenAlex

ABSTRACT
\nCrypto asset merupakan manifesta dari perkembangan teknologi dalam perdagangan internasional. Pada awalnya crypto asset dianggap sebagai ancaman dikarenakan program crypto aset adalah destralisasi yang berarti tidak dikuasai oleh siapapun termasuk negara. Namun seiring berjalannya waktu pertumbuhan crypto asset terus meningkat dan memberikan dampak positif menjadikan crypto asset mulai diterima dibeberapa negara sebagai aset digital maupun mata uang virtual. Dalam hal ini diperlukan aturan secara internasional untuk crypto asset yang mana ruang lingkup dari crypto asset adalah jaringan internet yang terkoneksi keseluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan : (1) Pengaturan terhadap crypto asset dalam perdagangan internasional ditinjau dari hukum internasional dan praktik dibeberapa negara; (2) Penggunaan crypto asset dalam perdagangan internasional ditinnjau dari hukum internasional dan hukum nasional; (3) Kendala-kendala dalam pengaturan crypto asset sebagai aset atau komoditas di Indonesia. Metode penulisan hukum yang penulis gunakan bersifat normatif, dimana penulis meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder, disebut sebagai penelitian hukum kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa : (1) Pengaturan crypto asset dalam perdagangan internasional masih dipegang penuh oleh negara yang melegalkan (National Law). Setiap negara yang telah membuat aturan hukum terhadap crypto asset memiliki panduan pembuatan regulasi yang di terima dari organisasi internasional yang telah berfokus terhadap crypto asset. Belum ada ketentuan secara tegas pengaturan crypto asset yang bersifat universal seperti konvensi dan pada praktik negara yang telah membuat regulasi seperti Australia, Canada, Jepang dan Indonesia masih pada tahapan awal yang diharapkan dikemudian hari menjadi bentuk kesepakatan penuh terhadap pengaturan crypto asset yang selaras. (2) Penggunaan crypto asset dalam perdagangan internasional pada prakteknya bergantung pada penggunanya, dimana beberapa crypto asset layak dijadikan aset digital untuk jangka pendek maupun panjang karena nilainya yang begitu tinggi dan tidak dianggap alat pembayaran yang sah dalam transaksi di negara manapun namun dapat terlaksana apabila pihak dalam suatu transaksi memiliki kesepakan (Lex Mercatoria) menggunakan crypto asset sebagai alat tukar dan menerima segala resiko secara bersama (3) Kendala-kendala dalam pengaturan crypto asset sebagai aset atau komoditas di Indonesia adalah masih minimnya regulalsi dan kebijakan terhadap crypto asset masih dibutuhkan regulasi tambahan agar memberikan kepastian, keadilan, dan manfaat bagi pengguna crypto asset.
\nKata Kunci : Pengaturan, Crypto Asset, Perdagangan dan Hukum Internasional

Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.

Full frame distilled prediction

Teacher imitation

Not calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.

metaresearch head score (Codex)0.001
metaresearch head score (Gemma)0.000
Version: codex-gemma-dda1882f352aValidation status: machine_predicted_unvalidated
Candidate categoriesMeta-epidemiology (narrow), Science and technology studies, Research integrity, Insufficient payload (model declined to judge)
Consensus categoriesMeta-epidemiology (narrow), Research integrity
DomainCandidate signal: none · Consensus signal: none
Study designCandidate signal: Not applicable · Consensus signal: none
GenreCandidate signal: Empirical · Consensus signal: Empirical
Teacher disagreement score0.740
Threshold uncertainty score1.000

Codex and Gemma teacher scores by category

CategoryCodexGemma
Metaresearch0.0010.000
Meta-epidemiology (narrow)0.0020.002
Meta-epidemiology (broad)0.0020.002
Bibliometrics0.0020.004
Science and technology studies0.0050.001
Scholarly communication0.0010.002
Open science0.0040.001
Research integrity0.0020.004
Insufficient payload (model declined to judge)0.0010.000

Machine scores (provisional)

The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.

Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.

Opus teacher head0.021
GPT teacher head0.251
Teacher spread0.230 · how far apart the two teachers sit on this one work
Validation statusscore_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it