HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA NARAPIDNA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN "X"
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN \nSUBJECTIVE WELL-BEING PADA NARAPIDANA PEREMPUAN \nDI LEMBAGA PEMASYARAKATAN “X” \n \nDzatalina Diya Azhima \n15010114120039 \n \n \nFAKULTAS PSIKOLOGI \nUNIVERSITAS DIPONEGORO \n \n \nABSTRAK \nNarapidana adalah terpidana yang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, dalam menjalani proses hukuman narapidana banyak mengalami keterbatasan sehingga mereka tertekan merasa depresi dan sedih dalam menjalani hidup. Oleh karena itu narapidana membutuhkan keluarga untuk tetap merasa didukung, Dukungan yang dibutuhkan antara lain berupa dukungan sosial. Dukungan sosial yang sangat besar dampaknya berasal dari keluarga inti yaitu suami atau anak. Dukungan sosial yang diberikan oleh suami atau anak dapat membuat narapidana merasa dicintai dan disayangi sehingga lebih merasa bahagia dalam menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan subjective well-being pada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan “X”. Subjek penelitian ini adalah narapidana yang memiliki keluarga inti yaitu suami dan anak remaja berusia 13 tahun, yang berjumlah 60 narapidana. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu Skala Subjective Well-Being (28 item α = 0,892) dan Skala Dukungan Sosial Keluarga (39 item α = 0,963). Uji hipotesis dengan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi 0,661 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan subjective well-being. Semakin positif dukungan sosial keluarga yang dirasakan maka semakin tinggi subjective well-being yang dimiliki narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan “X”. Dukungan sosial keluarga memberikan sumbangan efektif yaitu R square = 0,437 atau sebesar 43,7% pada subjective well-being. Sebanyak 61,7% subjek dalam penelitian ini merasakan dukungan sosial keluarga yang positif serta 81,7% memiliki subjective well-being yang tinggi. \nKata kunci: dukungan sosial keluarga, subjective well-being, narapidana perempuan
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.019 | 0.004 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.003 |
| Open science | 0.003 | 0.000 |
| Research integrity | 0.002 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it