Analisis Kemitraan Antara Pemerintah Desa Dengan Tokoh Adat Dalam Melestarikan Budaya Pasola Di Desa Waikaninyo Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya
Bibliographic record
Abstract
Penelitian ini berjudul Analisis Kemitraan Antara Pemerintah Desa Dengan Tokoh Adat Dalam Melestarikan Budaya Pasola di Desa Waikaninyo Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya. Rumusan masalah dalam penelitan ini adalah bagaimana kemitraan antara pemerintah desa dengan tokoh adat dalam melestarikan budaya pasola di Desa Waikaninyo Kecamatan kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerangka kemitraan. Ada empat aspek yang dikaji, yaitu: pertama: Aspek Input, kedua:Aspek Proses,ketiga: Aspek Output,keempat: Aspek Outcome. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari Aspek input adalah serangkaian Kerjasama Antara Pemerintah Desa dengan Tokoh Adat dalam melestarikan Budaya Pasola meliputi; pertama: bahwa telah ada panitia pelaksana pasola yang terbentuk sejak budaya pasola diadakan oleh nenek moyang terdahulu. kedua: Dana/biaya untuk pengembangan kemitraan dalam rangkah melestarikan budaya pasola tidak direalisasikan. ketiga:bahwa adanya dokumen perencanaan bersama tidak dibuat tersendiri karena setiap pertemuan panitia pelaksana pasola dilakukan sesuai dengan kebutuhan adat. Hasil penelitian dari aspek proses adalah untuk menganalisis rangkaian proses kegiatan yang sudah dilakukan oleh pihak yang bermitra baik itu pemerintah desa maupun tokoh adat; Pertama: menunjukkan bahwa pertemuan panitia pasola disesuaikan dengan kebutuhan. kedua: dokumen pendukung kegiatan seperti; daftar agenda rapat, daftar hadir dan notulen hasil pertemuan tidak didokumentasikan secara bersama. Hasil penelitian dari aspek output adalah; pertama: dalam rangka pelaksanaan pasola telah banyak kegitan yang dilakukan oleh pemerintah desa dengan tokoh adat.kedua:kegiatan-kegiatan kemitraan tersebut dapat berjalan dengan baik dan cukup berhasil karena masing-masing bekerja sesuai dengan peran danfungsinya masing-masing. Hasil penelitian dari aspek outcome adalah; pertama:menunjukkan bahwa dengan adanya kerjasama ini sangat memudahkan Tokoh Adat dalam menjalankan tugasnya sebagai pemegang tanggung jawab dalam perayaan budaya pasola.kedua: dengan adanya kemitraan ini dapat menunjukkan bahwa kemitraan antara pemerintah dengan tokoh adat dapat mendorong masyarakat untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya pasola. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Analisis Kemitraan Antara Pemerintah Desa belum adanya dokumen baik itu Perdes maupun Perda yang mengatur mengenai hubungan kerjasama antara pemerintah desa dengan tokoh adat yang mengikat sehingga kerjasama ini hanya berlangsung pada saat bulan pasola. Saran dari penelitian ini adalah; pertama: Perlu adanya regulasi yang mengatur tentang Kemitraan antara Pemerintah Desa dengan Tokoh Adat dalam mendukung kinerja dari panitia pelaksana pasola. kedua: Perlu adanya realisasi dana/biaya dari Pemerintah Daerah yang diperuntukan untuk pengembangan kemitraan. ketiga: Perlu adanya dokumen perencanaan mengenai setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kemitraan. keempat: Perlu adanya dukungan sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. kelima:Perlu ditingkatkannya kemitraan(partnership) guna membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya pasola. \nKata Kunci: Kemitraan, Pemerintah Desa, Tokoh Adat, Pasola
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.004 | 0.005 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.004 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.006 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.006 | 0.003 |
| Research integrity | 0.002 | 0.004 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.040 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".