GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU MDC SEMARANG
Bibliographic record
Abstract
Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan dari Bangsa Indonesia, yang menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Keragaman dalam kesatuan memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Selain itu, dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki agama dan kepercayaannya sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat yang agamis, dimana setiap individu menurut kebebasannya sendiri memeluk suatu agama tertentu. Hal inilah yang akhirnya membuat perpaduan harmonis dari agama-agama yang ada di Indonesia, diikuti dengan penyebaran tempat peribadatan dari berbagai agama di seluruh penjuru pulau di Indonesia. \nSetiap agama memiliki tempat ibadahnya masing-masing. Masjid bagi penganut agama Islam, Pura bagi penganut agama Hindu, Wihara bagi penganut agama Buddha, Klenteng bagi penganut agama Kong Hu Cu, serta Gereja bagi penganut agama Katolik dan Kristen Protestan. Di Indonesia Agama Kristen Protestan termasuk salah satu agama yang jumlah penganutnya cukup berkembang dengan jumlah penganut ±16,5 juta dan terus bertambah sekitar 1-2% setiap tahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan gereja sebagai wadah kegiatan jemaat yang mampu mengakomodasi kegiatan rohaninya. Kebutuhan orang kristen akan fasilitas kerohanian merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan vital. Sejauh ini fasilitas-fasilitas yang ditawarkan induk organisasi jemaat terhadap jemaat hanya diselesaikan dengan terbangunnya sebuah gedung gereja dan pastori namun sering kali melupakan pertimbangan-pertimbangan akan fasilitas-fasilitas lain yang bisa mendukung berbagai kegiatan kerohanian lainnya selain beribadah. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyaknya gereja yang berdiri megah dan mewah tetapi melupakan pembangunan sarana kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang kegiatan kerohanian lainnya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, maka diperlukan suatu perencanaan dan perancangan Gereja Kristen Perjanjian Baru MDC Semarang. \nPendekatan perancangan arsitektural menerapkan konsep Arsitektur Post Modern (Metaphor-Metafisika). Meskipun dengan bentuk-bentuk kreatif dan sangat modern, namun diharapkan dapat menciptakan suatu bangunan gereja yang sakral dan membuat Umat yang beribadah di dalamnya merasa nyaman. Selain itu juga menerapkan Arsitektur Simbolisme, menerapkan atau mentransformasikan nilai atau filosofi simbol-simbol kekristenan ke dalam bentuk fisik bangunannya. Sedang pendekatan massa bangunannya akan merefleksikan: fungsi dan kegiatan yang diwadahi, citra dan ekspresi bangunan yang ditimbulkan berdasarkan karakter bangunan yang didefinisikan dengan simbolisasi, penentuan hirarki pada tiap masa bangunan. \n
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.005 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.002 |
| Research integrity | 0.002 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.129 | 0.039 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".