IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) OLEH BIDANG KETENTRAMAN TERERTIBAN UMUM SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BANDUNG
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakanfenomenaumum yang terjadi di kota-kotabesar di Indonesia. Kasus PKL inidinilaibanyakpihaksebagaisuatubentukdarikegagalanpemerintahmenyediakanlapangankerjauntukkaummiskin. Kota Bandungmerupakansalahsatukota yang jugabanyakdihunioleh para Pedagang Kaki Lima. \nPenelitianinidilakukandenganmenggunakanpendekatankualitatif, penulisturunkelapanganmelakukanobservasidanwawancaralangsungdenganinformanpenelitian.Keberadaan PKL di Kota Bandungselamainitelahmenimbulkanbanyakpermasalahan, diantaranyamembuatkotamenjaditidaktertib, kotordanmenimbulkankemacetan. SelamainitindakanpenertibantelahdilakukanolehaparaturSatpol PP. \nKegiatanpenertiban yang dilakukanoleh para aparaturpenertibanbiasanyadalambentukpengusiranterhadap para PKL tersebut. Tidakjarangjugaaparatpenertibanmelakukanpenggusurandanpenyitaanterhadaptempatberjualan PKL yang masihmembandeldantidakmendengarkan para petugas. NamunpenertibanPedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandungselamainidilakukanbelumberjalandenganmaksimal. Hal tersebutdisebabkanolehbeberapafaktor, seperti: (1) Belumadanyahukuman yang tegasterhadap para PKL yang masihtetapberjualandipinggirjalanwalaupuntelahberulang kali diperingatiolehpetugas. Hukuman yang diberikanselamainihanyabersifatadministratifatauteguran-teguran, pengusirandanpenyitaanbarang PKL untuksementarawaktu. (2)Pemerintah Kota Bandungbelumkonsistendankompakdalammenyikapikeberadaan PKL di Kota Bandung. \nHal initerlihatdengandilakukannyakutipanretribusiterhadap para PKL yang berjualan di zonamerah,sedangkankeberadaan PKL itusendiridilarangdalamPerdaNomor 5 Tahun 2011 Tentang K3 (Keamanan, Keindahan, Kerapihan). \nKesimpulandaripenelitian, bahwapenertibanpedagang kaki lima (PKL) olehSatuanPolisiPamongPraja Kota Bandung sudahberjalandenganbaiksesuaidenganteori yang dikemukakanoleh Van Meter dan Van Horn, namunadabeberapakendaladalampenertibanpedagang kaki lima tersebut. \nSaran daripenelitianiniadalah yang pertama agar SatuanPolisiPamongPraja Kota Bandung menambahsumberdayadalammelaksanakanpenertibanpedagang kaki lima, keduamemberikansosialisasikepadamasyarakatdan yang ketigamemberisanksibagimasyarakat yang melanggar. \n \nKata Kunci :ImplementasiKebijakandanPenertiban
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.004 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.016 | 0.003 |
| Scholarly communication | 0.006 | 0.002 |
| Open science | 0.004 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.090 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it