PENGATURAN LARANGAN TERHADAP TINDAKAN TERORISME DALAM PENERBANGAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL \n(Studi Kasus Pembajakan Pesawat Afriqiyah Airways Tahun 2016)
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Pengaturan Larangan Terhadap Tindakan Terorisme \nDalam Penerbangan Menurut Hukum Internasional \n(Studi Kasus Pembajakan Pesawat Afriqiyah Airways Tahun 2016) \nMisbahul Ferdian Marlef. 1610111075. Fakultas Hukum Universitas Andalas. Program Kekhususan Hukum Internasional. 64 Halaman. Tahun 2020 \nABSTRAK \nPerkembangan zaman mempengaruhi mobilitas pergerakan manusia, dengan begitu, untuk mempermudah mobilisasi tersebut digunakanlah pesawat udara. Walaupun penerbangan itu hanya memerlukan waktu yang relatif pendek untuk sampai ke tempat tujuan, namun masih saja tetap terjadi tindakan kejahatan bahkan sampai aksi terorisme, seperti yang terjadi pada kasus pembajakan pesawat udara Afriqiyah Airways pada tahun 2016. Berdasarkan alasan diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Pertama, Bagaimana pengaturan larangan terhadap tindakan terorisme dalam penerbangan menurut hukum internasional ? Kedua, Bagaimana penegakan hukum terhadap tindakan teroris pada kasus pembajakan pesawat Afriqiyah Airways ?. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif karena dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh gambaran, yang menyeluruh, lengkap dan sistematis. Hasil dari penilitian ini diperoleh kesimpulan : Pertama, berbagai upaya dilakukan dunia internasional untuk memberantas kejahatan penerbangan, seperti yang terdapat didalam pasal 11 Konvensi Tokyo 1963, Pasal 1 Konvensi The Haque 1970, Pasal 1 Konvensi Montreal 1971, serta Pasal 2,4 Konvensi Montreal 1999 yang melarang atas produksi, pengalihan dan kepemilikan bahan peledak tidak bertanda selain otoritas yang menjalankan fungsi militer atau polisi. Semua aturan yang terkandung didalam konvensi-konvensi tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi demi tujuan pemberantasan aksi terorisme dalam dunia penerbangan. Kedua, penegakan terhadap tindakan terorisme berupa pembajakan pesawat udara yang dialami maskapai Afriqiyah Airways telah memenuhi syarat-syarat tindakan melawan hukum baik dari Konvensi The Haque 1970 dan Konvensi Montreal 1971. Pengadilan Malta mendakwa pelaku dengan tuduhan sebagai tindakan terorisme (menggunakan aturan terorisme Malta) bukan aturan terkait pembajakannya saja, karena pelaku melakukan tindakan kejahatan penerbangan tersebut mempunyai tujuan atau unsur politik didalam melakukan tindakannya yang dimana itu merupakan ciri khas terorisme. Ancaman hukuman pidana jauh lebih berat menggunakan aturan terorisme, karena seperti kita ketahui, bahwa terorisme bukanlah tindakan melawan hukum biasa dan tindakan terorisme dipandang sebagai ancaman internsional. Pihak berwenang Malta tetap memperhatikan aturan-aturan yang terdapat didalam Konvensi The Haque 1970 dan juga Konvensi Montreal 1971 dengan melakukan menerapkan yurisdiksi udara negaranya, serta melakukan pencegahan awal dengan melakukan penahanan terhadap pelaku pembajakan. \nKata Kunci: Pengaturan, Larangan Penerbangan, Terorisme, Hukum Internasional
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.025 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it