ANALISIS PROFIL KURIKULUM ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Bibliographic record
Abstract
Tujuan umum perubahan kurikulum adalah untuk mengikuti perkembangan zaman, melakukan perubahan kearah yang lebih baik, dan meningkatkan daya saing peserta didik negara kita dengan negara lainnya. Namun, berdasarkan TIMSS tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat 35 dari 49 negara yaitu berada di bawah rata-rata dan hanya mencapai Low International Benchmark. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kurikulum IPBA di Indonesia, serta menganalisis dan membandingkannya dengan Korea Selatan dan Ontario Kanada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan komparatif. Data kurikulum IPBA di Indonesia pada KTSP, kurikulum di Korea Selatan, dan Ontario dianalisis urutan pemberian materi, kedalaman materi, dan kompetensinya. Hasil analisis dan perbandingan antara kurikulum Indonesia, Korea Selatan dan Ontario menunujukkan bahwa kurikulum IPBA di Indonesia terlalu meluas namun materinya tidak dibahas secara mendalam. Sedangkan kurikulum IPBA di Korea dan Ontario, kurikulumnya tidak terlalu luas namun dibahas secara mendalam. Dari segi kedalaman materi dan kompetensinya indonesia sangat jauh ketinggalan. Dari perbandingan ketiga kurikulum tersebut, kurikulum IPBA di Korea Selatan-lah yang paling mendekati standar konten internasional materi IPBA untuk jenjang SMP. Hal ini dapat dikatakan bahwa kurikulum IPBA di Korea Selatan sudah hampir sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu hasil penelitian ini merekomendasikan agar kurikulum IPBA di Indonesia sesuai dengan standar konten internasional, materi IPBA dimasukkan dalam rumpun mata pelajaran IPA, kompetensi materi IPBA ditingkatkan level kognitifnya, dan materi IPBA diberikan pada kelas 7, 8, dan 9.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.003 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.012 | 0.003 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".