KEANEKARAGAMAN SPESIES DAN BIOEKOLOGI PARASITOID TELUR WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius Fabricius) (Hemiptera: Alydidae) DI SUMATERA BARAT
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Walang sangit adalah hama utama tanaman padi. Petani masih mengandalkan insektisida sintetis untuk mengendalikannya, namun cara tersebut berbahaya bagi lingkungan. Penggunaan parasitoid sebagai agens hayati adalah salah satu solusi yang ramah lingkungan dan memiliki keuntungan karena dapat mengendalikan hama pada tahap awal. Kajian tentang spesies parasitoid potensial yang menyerang serangga padi perlu dilakukan agar dapat digunakan secara efektif sebagai agens pengendali hayati di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mempelajari keanekaragaman spesies dan parasitisasi, dan untuk menentukan spesies dominan parasit telur walang sangit pada padi sawah di Sumatera Barat, 2. Mempelajari biologi parasitoid telur walang sangit dominan Sumatera Barat (Hadronotus leptocorisae) pada kondisi suhu optimal, 3. Mempelajari tanggap fungsional parasitoid telur walang sangit dominan Sumatera Barat (H. leptocorisae). Lokasi pengambilan sampel (lahan padi sawah) ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Lokasi tersebut adalah Bawah Simpang Tigo Lubuk Basung Agam (BLAG), Padang Tarap Baso Agam (PBAG), Wonosari Kinali Pasaman Barat (WKPB), Banjar Kuning Talamau Pasaman Barat (BTPB), Sungai Dareh Pulau Punjung Dharmasraya (SPDR), Sitiung Sitiung Dharmasraya (SSDR), Lubuak Bauak Batipuah Tanah Datar (LBTD), Rao Sei Tarap Tanah Datar (RSTD), Pulut-pulut Bayang Utara Pesisir Selatan (PBPS), Siguntua Koto IX Tarusan Pesisir Selatan (SKPS), Pasa Tembok 2x11 Kayu Tanam Padang Pariaman (PKPP), Kepala Hilalang 2X11 Kayu Tanam Padang Pariaman (KKPP). Telur walang sangit dikumpulkan sepanjang 1 km garis transek di setiap lokasi sampel dengan total 12 lokasi pengambilan sampel. Telur yang terkumpul kemudian diamati dan diidentifikasi di laboratorium. Untuk studi biologi dan tanggap fungsional, parasitoid yang digunakan berasal dari Padang. Data sekuensing DNA parasitoid dianalisis menggunakan program Mega 7, dan parameter biologis disajikan secara deskriptif. Percobaan perlakuan suhu dan kerapatan inang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan percobaan ukuran tabung pemeliharaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Data dianalisis dengan ANOVA dan diuji lanjut dengan Beda Nyata Terkecil pada level 5%, menggunakan Statistic 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 spesies parasitoid yang ditemukan pada telur walang sangit pada padi sawah di Sumatera Barat yaitu H. leptocorisae Nixon dan Ooencyrtus malayensis Ferr. Rata-rata tingkat parasitisasi total kedua \nviii \n \n \nparasitoid adalah 28,2 ± 12,4%. Parasitisasi dan mortalitas H. leptocorisae adalah 22,3 ± 11,1 dan 57,8 ± 26,4%. Parasitoid dominan yang ditemukan di Sumatera Barat adalah H. leptocorisae dan memiliki 99,75% kesamaan genetik dengan Scelionidae dari Canada. Parasitoid H. leptocorisae memiliki siklus hidup yang terdiri dari empat tahap, yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Tahap pra dewasa berlangsung 14,6 ± 3,7 hari. Saat parasitoid dewasa muncul, sebagian telur (36%) sudah matang di dalam ovari. Suhu terbaik untuk lama hidup adalah 25°C. Semakin kecil ukuran tabung pemeliharaan, semakin panjang lama hidup dewasa H. leptocorisae. Tingkat kelangsungan hidup H. leptocorisae dari telur sampai dewasa adalah 68,2%. Kerapatan inang yang lebih dari 1 telur dapat memandu kedatangan parasitoid dewasa, H. leptocorisae. Diasumsikan bahwa inang menghasilkan senyawa volatil (pentane,3-methyl-(CAS)3-methylpentene) yang dapat dideteksi oleh H. leptocorisae. Tidak ada korelasi yang signifikan antara pentana, 3-metil- (CAS) 3-metil pentene dan kelangsungan hidup telur. Respon fungsional parasitoid H. leptocorisae adalah tipe II yang berarti bahwa kepadatan inang mempengaruhi jumlah telur yang ditempatkan. Ini berarti bahwa H. leptocorisae memiliki potensi untuk digunakan sebagai agens pengendali hayati walang sangit di lapangan. \n \n \nKata Kunci: Keanekaragaman, parasitoid telur, Hadronotus leptocorisae, Ooencyrtus
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.005 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.001 |
| Research integrity | 0.002 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it