LAKU PENGUASAAN DIRI (SELF MASTERY) \nDALAM SERAT WEDHATAMA
Bibliographic record
Abstract
Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan seputar bagaimana \nmakna filosofis penguasaan diri (Self Mastery) dalam Serat Wedhatama ? bagaimana \ntahapan laku yang harus dijalani manusia (subjek) hingga sampai pada tahap \npenguasaan diri (Self Mastery) sehingga mampu menjadi manusia utama (janma \nutama) di dunia? dan bagaimana relevansi konsep penguasaan diri (Self Mastery ) \ndalam Serat Wedhatama ketika menghadapi masa krisis ? Dengan berusaha \nmenjawab beberapa pertanyaan tersebut diharapkan dapat mengungkap bagaimana \ntawaran wacana yang diberikan oleh serat Wedhatama mengenai laku olah diri \n(latihan diri ) guna membantu manusia mencapai kediriannya masih relevan guna \nmenjawab berbagai persoalan zaman sekarang.Penelitian ini menggunakan \npendekatan filosofis dan dipandu dengan teori Technology of the Self dari Michel \nFoucault. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) “Diri” berarti “Jiwa” dan \nmempunyai tiga arti : badan kasar, badan imateri dan diri spiritual. “Diri” disini \nberarti totalitas dari eksistensi badan kasar, diri psikologis dan diri spiritual. Dan hal \ntersebut terbagi kedalam “diri individu” dan “diri universal”. \nix \nDiri universal adalah diri yang ditinggikan. penguasaan diri (Self Mastery) yang \ndimaksud di dalam tesis ini adalah kemampuan manusia untuk dapat hidup tanpa \nkecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan yang dicapai melalui latihan menguasai hawa \nnafsu (empat nafsu – sedulur papat lima pancer) yang bersemayam didalam “diri” (diri \nindividu dan diri universal). \nUntuk mengatur hawa nafsu agar manusia dapat menguasai diri (self mastery) \nmanusia harus senantiasa melakukan latihan fisik dan spiritual, caranya adalah dengan \n(a) Laku Raga, (b) Laku Cipta, (c) Laku Jiwa, (d) Laku Rasa. Praktik yang harus \ndilakukan manusia pada tahap ini berdasarkan teknologi diri Michel Foucault adalah \nmenjalankan laku Askesis, premeditatio mallorum, dan gymnasia. (3) dan yang terakhir \nadalah konsep penguasaan diri (self mastery) dalam menjawab krisis pandemi (Covid \n19) adalah bahwa serat Wedhatama memandang manusia sebagai makhluk \nkosmosentris. Manusia adalah sebagai bagian dari alam semesta dan harus \nmenyempurnakan kehidupannya untuk mendapat hidayah dari Tuhan (Wahyuning Gusti \nAllah). Arti penting penguasaan diri terletak pada praktik latihan diri dalam rangka \npembentukan diri di mana perubahan zaman telah memaksa manusia/subjek untuk \nmengevaluasi subjektivitasnya. Praktik perawatan diri (care of the self) harus dijalani \noleh manusia dengan sebaik-baiknya guna mencapai penguasaan diri yang baik, karena \ndengan penguasaan diri yang baik individu akan mampu menjadi subjek yang kritis dan \nreflektif. Sosok manusia modern dalam serat Wedhatama adalah sosok yang selalu dapat \nditerima dan berdialog dengan alam dan sekitarnya serta mampu mempresentasikan \nkeadaan yang ada dan merenungkan alam semesta. Dalam Serat Wedhatama \nmanusia/subjek benar-benar diajarkan bagaimana menghilangkan atau melakukan terapi \nterhadap nafsu dunia. Yang dilakukan adalah dengan berdiam dalam keheningan dalam \nbahasa Wedhatama disebut laku tapa atau dalam bahasa Foucault disebut kontemplasi \nyang bentuknya dapat berupa meditasi , praktik kontemplasi yang dicontohkan Foucault \ndiambil dari praktik kaum Stoics yang diberi nama Premeditatio Mallorum.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.002 |
| Research integrity | 0.002 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".