URGENSI PERLINDUNGAN NEGARA TERHADAP KEBEBASAN UNTUK BERBICARA DAN MENYATAKAN PENDAPAT DARI ANCAMAN STRATEGIC LAWSUIT AGAINST PUBLIC PARTICIPATION
Bibliographic record
Abstract
Kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat te;ah dijamin melalui berbagai regulasi di Indonesia. Tetapi, dalam implementasinya, pelanggaran-pelanggaran tehadap kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat masih sering terjadi. Kasus-kasus sehubungan dengan pelanggaran terhadap kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat juga sering datang dari upaya dengan tujuan pembungkaman yang disebut sebagai Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP). Amat banyak contoh untuk ini, seperti kasus yang dialami Budi Pego dan Joko Hariono. Fenomena SLAPP bukan merupakan hal baru di Indonesia dan secara global. Dalam praktik beberapa negara, aturan anti-SLAPP menjadi jawabannya. Namun, aturan anti-SLAPP yang berguna untuk melindungi kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat secara luas belum ada. Dalam rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu, pertama, bagaimana praktik SLAPP dan perlindungan negara terhadap kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Indonesia saat ini? Kedua, bagaimana konsep pembentukan regulasi undang-undang anti-SLAPP guna optimalisasi pengaturan perlindungan kebebasan untuk berbicara dan menyatakan pendapat sebagai upaya perlindungan HAM? Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif berupa analisis putusan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan komparatif. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa praktik SLAPP benar-benar terjadi di Indonesia, namun aturan yang berdaya untuk mencegah ancaman SLAPP terhadap kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat belum ada. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pengadilan juga belum berdaya untuk melindungi kebebasan tersebut. Tawaran ini didukung oleh aspek filosofis sehubungan dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradap serta tujuan negara Indonesia, aspek yuridis sehubungan dengan jaminan konstitusional untuk kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat dan aspek sosiologis yang sehubungan dengan upaya negara-negara lain, seperti Amerika, Ontario (Kanada), dan Filipina dalam membentuk regulasi anti-SLAPP.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.004 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.000 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one teacher head, not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".