EKSPLORASI SENSE OF IDENTITY KAMPUNG WISATA KREATIF DI KAWASAN SEGANTENG, KOTA MATARAM
Bibliographic record
Abstract
Dalam perkembangannya kampung di kota tidak lagi dihuni oleh masyarakat sebagai tempat tinggal, melainkan juga sebagai tempat bekerja. Bahkan kampung kota yang memiliki potensi, saat ini menjadi perhatian masyarakat untuk dikunjungi, karena kemenarikan dan kekhasan yang dimiliki sehingga menjadi kampung wisata kreatif. Industri rumah tangga yang dilakukan masyarakat dengan mata pencaharian yang diwariskan turun-temurun menjadikan kawasan permukiman kota tidak hanya sebagai tempat aktivitas sosial dan aktivitas ekonomi. Hingga pada akhirnya dengan nilai manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat membuat fungsi ekonomi di kawasan mendominasi sehingga dapat mengaburkan bahkan menghilangkan sense of identity dari kawasan, baik dari aspek sosial maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat sense of identity dengan menggali identitas tempat dengan sense of identity dari kampung wisata kreatif di kawasan strategis pariwisata kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Lokasi penelitian adalah kawasan Seganteng sebagai penghasil kerupuk kulit, yang memiliki potensi dan kedekatan dengan obyek wisata lainnya di kawasan strategis pariwisata kota Mataram. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen meliputi, lembar observasi, pedoman wawancara, lembar validasi. Teknik analisis adalah analisis Spradley dengan domain deskriptif, behavior setting, spasial, dan taksonomi tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinergitas hubungan pengguna, aktivitas, dan tempat. Keberadaan industri rumah tangga sebagai wujud tradisi mata pencaharian tidak mengurangi keberlangsungan tradisi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang dilakukan individu dan komunitas. Bahkan jalan lingkungan sebagai tempat industri rumah tangga berada menjadi ruang interaksi sosiaL dan ekonomi yang memiliki daya tarik membangun identitas tempat dengan sense of identity.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.007 | 0.003 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.002 | 0.002 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one teacher head, not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".