MétaCan
Menu
Retour à la cohorte
Enregistrement W2558477999

Analisis strategi pemasaran ekspor furnitur untuk pasar jepang (studi kasus pt.sri tokai indonesia)

2008· dissertation· id· W2558477999 sur OpenAlexaboutno aff
Fatty Nurhasanah

Notice bibliographique

RevueIPB Business School Repository (Bogor Agricultural University) · 2008
Typedissertation
Langueid
DomaineAgricultural and Biological Sciences
ThématiqueAgriculture and Agroindustry Studies
Établissements canadiensnon disponible
Organismes subventionnairesnon disponible
Mots-clésBusinessHorticultureAgricultural scienceBiology
DOInon disponible

Résumé

récupéré en direct d'OpenAlex

Indonesia yang memiliki kekayaan hutan sebagai sumber bahan baku utama bagi furnitur kayu dan merupakan salah satu negara pengekpor furnitur kayu dunia yang memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap ekspor dunia juga sudah cukup lama memasuki pasar ekspor produk ini untuk Amerika, Uni Eropa dan Jepang. di pasar Jepang, Indonesia masuk lima besar negara pengekspor furnitur dan berada pada posisi keempat dengan market share sebesar 10,95%. Malaysia, China dan Canada merupakan negara-negara pesaing dalam mengekspor furnitur ke pasar Jepang dan masing-masing memiliki market share sebesar 12%. Permintaan di pasar Jepang terhadap furnitur yang terbuat dari kayu cukup tinggi, situasi persaingan yang semakin kompetitif antara negara-negara pengekspor furnitur kayu juga antara eksportir-eksportir furnitur dalam negeri dan dengan adanya isu illegal logging (pembalakan liar) mendorong PT. STI yang merupakan salah satu eksportir furnitur yang memasarkan produknya ke Jepang untuk menganalisis lingkungan eksternal dan internal dalam upaya menghadapi persaingan bisnis furnitur.
\n\t
\n\tBerdasarkan hal tersebut maka perumusan masalah untuk merumuskan alternatif strategi pemasaran bagi PT. STI, yaitu : (1) bagaimana kondisi persaingan bisnis furnitur yang dapat mempengaruhi PT. STI di pasar Jepang; (2) bagaimana strategi pemasaran PT. STI yang dijalan saat ini; (3) bagaimana merumuskan alternatif strategi pemasaran yang dapat memenangkan persaingan bisnis furnitur dan meningkatkan volume penjualan PT. STI di pasar Jepang.
\n
\n\tTujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kondisi persaingan bisnis furnitur yang dapat mempengaruhi PT. STI di pasar Jepang; (2) mengidentifikasi strategi pemasaran yang dijalankan PT. STI saat ini; (3) memformulasikan dan merekomendasikan alternatif strategi pemasaran yang dapat memenangkan persaingan bisnis furnitur dan meningkatkan volume penjualan PT. STI di pasar Jepang.
\n
\n\tPenelitian yang dilakukan dibatasi pada furnitur yang terbuat dari bahan baku kayu dengan wilayah pemasaran ekspor ke Jepang, juga dibatasi masalah strategi pemasaran yang sesuai untuk PT. STI dalam meningkatkan volume penjualan produk perusahaan. Untuk implementasinya diserahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan.
\n
\n\tPenelitian ini dilaksanakan di unit penjualan PT. STI , Jl. Pulogadung No. 19 Jakarta Timur. Penelitian dilakukan selama dua bulan yang dimulai pada bulan Maret sampai April 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan maksud untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dan lengkap mengenai subyek yang diteliti. 
\n
\n\tData yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara tertulis dan pengisian kuesioner oleh para responden. Sedangkan, data sekunder diperoleh dari laporan dan catatan yang tersedia di internal PT. STI. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan alternatif strategi pemasaran PT. STI. Analisis yang digunakan adalah Analisis Persaingan Industri, dan Matriks BCG.
\n
\n\tHasil analisa persaingan industri, intensitas persaingan dalam industri furnitur dikategorikan sedang dengan total skor 3,0799, sedangkan ancaman terbesar berasal dari ancaman pendatang baru dengan masing-masing keunggulan relatifnya dengan skor sebesar 0,578 dan total skor 3,660 dan dikategorikan tinggi untuk intensitas persaingannya. 
\n
\n\tMatriks BCG menghasilkan posisi PT. STI berada pada kuadran I (tanda tanya,), dalam posisi ini PT. STI mempunyai pangsa pasar yang rendah tetapi bersaing dalam industri dengan pertumbuhan tinggi. Alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah Market Development (pengembangan pasar), Product Development (pengembangan produk), dan Market Penetration (penetrasi pasar).
\n
\nUntuk mendukung strategi pengembangan produk dan menghadapi ancaman dari tawar menawar pemasok yang cukup kuat terutama dalam hal peran produk yang dipasok maka PT. STI dapat mengembangkan hutan tanaman industri (HTI) dan memiliki informasi keberadaan dan ketersediaan bahan baku serta menjalin kemitraan dengan pemasok. Untuk menghadapi ancaman tawar menawar pembeli dimana ketergantungan perusahaan terhadap pembeli juga cukup kuat serta ancaman tantangan produk substitusi, maka PT. STI harus melakukan inovasi produk dalam desain dan bahan baku. Untuk melakukan inovasi produk harus berdasarkan atas hasil riset selera konsumen Jepang.
\n
\nUntuk mendukung strategi pengembangan pasar dan menghadapi ancaman persaingan antar perusahaan terutama jumlah pesaing yang meningkat dan karakteristik pesaingan yang beragam, maka PT. STI harus menambah jaringan distribusi dan menjaga hubungan kemitraan yang baik dengan distributor dengan menjaga komunikasi yang berkesinambungan terkait dengan perkembangan pasar yang menjadi target perusahaan, yaitu menengah keatas dalam rangka meningkatkan market share dengan tujuan pada periode berikutnya dimana market share sudah tinggi dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan perusahaan pada akhirnya perusahaan mendapatkan keuntungan serta mempertahankan loyalitas konsumen.
\n
\nStrategi penetrasi pasar dapat dilakukan untuk mengatasi kejenuhan dari produk di satu wilayah dan di pasarkan ke wilayah yang baru dengan mempertimbangkan biaya yang digunakan untuk promosi. Untuk mendukung strategi penetrasi pasar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi seperti internet untuk mempromosikan produk keberbagai tempat.
\n
\nRekomendasi yang dapat diberikan pada PT. STI berdasarkan strategi pemasaran diatas yang dijabarkan kedalam strategi bauran pemasaran yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
\na.\tProduk
\n•\tMeningkatkan kualitas untuk mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan potensial seperti keluarga baru dan proyek apartemen untuk interior desainnya.
\n•\tMembuat dan memperbanyak desain yang kreatif, memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan produk lain, dan up to date sesuai dengan selera konsumen dan memperhatikan furnitur yang sedang diminati pasar, seperti furnitur dengan desain Asian Ethnic dan Asian Contemporary.
\n•\tMeningkatkan citra produk untuk mempertahankan konsumen agar tidak beralih pada pesaing.
\n•\tMemperketat dalam melakukan pengawasan mutu produk, karena mutu yang baik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keunggulan bersaing produk yang akan dipasarkan.
\n•\tPerusahaan harus selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan regulasi pemerintah Jepang, seperti JIS (Japanese Industrial Standart), Household Good Quality Labelling Law dan Consumer Products Safety Law.
\n•\tMelakukan riset pasar konsumen Jepang berdasarkan tingkat pendapatan, umur, dan budaya untuk memprediksikan produk yang akan dipasarkan sekarang dan untuk produk yang dipasarkan untuk masa yang akan datang.
\n•\tPerusahaan harus membangun kemitraan yang baik dengan pemasok bahan baku.
\nb.\tHarga
\n•\tMenetapkan harga lebih rendah dibandingkan dengan harga produk pesaing sehingga mampu berkompetisi untuk meningkatkan pangsa pasar pada segmen pasar yang sama.
\n•\tMemberikan potongan harga untuk pembelian produk dengan kuantitas dan pesanan tertentu.
\n•\tMeningkatkan efisiensi produksi sehingga mampu menekan biaya produksi.
\n•\tMengganti sebagian komponen bahan baku dengan harga yang lebih rendah tetapi masih memiliki mutu yang cukup baik sehingga dapat menetapkan harga yang bersaing.
\nc.\tDistribusi
\n•\tMenekankan pentingnya kontrak eksklusif pada distributor yang menuntut komitmen, kepercayaan dan loyalitas tinggi untuk pengendalian pasar yang lebih besar dan memastikan produk dapat dipasarkan dengan baik.
\n•\tMenambah jaringan distributor untuk memperluas pasar, sehingga meningkatkan volume permintaan dan meningkatkan nilai penjualan. 
\nd.\tPromosi
\n•\tAktif mengikuti berbagai pameran dagang baik di dalam maupun di luar negeri, di Jepang selalu diadakan pameran furnitur tahunan, yaitu International Fair Furniture yang dapat diikuti sebagai sarana untuk mempromosikan furnitur. Membuat ruang pamer di tempat-tempat eksklusif untuk menunjukkan contoh-contoh produk yang akan dipasarkan dan menarik segmen konsumen menengah ke atas.
\n•\tMemanfaatkan perkembangan multimedia untuk melakukan promosi ke berbagai tempat dengan membuat website sendiri.
\n•\tMelakukan pemotongan harga untuk produk-produk lama dan relatif jenuh.
\n

Récupéré en direct depuis OpenAlex et désinversé. Les résumés ne sont pas conservés dans cette base de données : les index inversés représentent 8,6 Go des 9,3 Go de texte de la base, et le serveur dispose de 13 Go libres.

Comment cette classification a été obtenuedéplier

Prédiction distillée sur la base complète

Imitation des enseignants

Ni prévalence calibrée, ni vérité terrain. Validation humaine à venir. Apprise à partir de 10 348 étiquettes directes de Codex et de 10 348 étiquettes directes de Gemma. Le mode candidate est l'union des têtes enseignantes seuillées; le consensus est leur intersection. Ces sorties portent le statut machine_predicted_unvalidated et ne sont ni des étiquettes humaines ni des étiquettes directes de modèles de pointe.

score de la tête « metaresearch » (Codex)0,000
score de la tête « metaresearch » (Gemma)0,000
Version: codex-gemma-dda1882f352aStatut de validation: machine_predicted_unvalidated
Catégories candidatesMéta-épidémiologie (sens strict), Études des sciences et des technologies, Intégrité de la recherche
Catégories consensuellesMéta-épidémiologie (sens strict), Intégrité de la recherche
DomaineSignal candidat: aucune · Signal consensuel: aucune
Devis d'étudeSignal candidat: Observationnel · Signal consensuel: aucune
GenreSignal candidat: Empirique · Signal consensuel: Empirique
Score de désaccord entre enseignants0,549
Score d'incertitude au seuil1,000

Scores Codex et Gemma par catégorie

CatégorieCodexGemma
Métarecherche0,0000,000
Méta-épidémiologie (sens strict)0,0030,001
Méta-épidémiologie (sens large)0,0020,001
Bibliométrie0,0000,007
Études des sciences et des technologies0,0050,001
Communication savante0,0010,002
Science ouverte0,0020,001
Intégrité de la recherche0,0020,002
Charge utile insuffisante (le modèle a refusé de juger)0,0000,000

Scores machine (provisoires)

Les deux têtes enseignantes du modèle étudiant, lues sur ce travail. Un score ordonne la base pour la relecture; il n'affirme jamais une catégorie, et le statut de validation accompagne chaque rangée tel quel.

Scores de référence d'un modèle non mature (critères de maturité non atteints, 7 itérations). Un score ordonne; il n'affirme jamais une catégorie.

Tête enseignante Opus0,016
Tête enseignante GPT0,186
Écart entre enseignants0,170 · la distance entre les deux têtes enseignantes sur ce seul travail
Statut de validationscore_only:v0-immature-baseline · tel quel depuis la passe de notation : score_only signifie que le nombre peut ordonner les travaux, et qu'aucune étiquette de catégorie n'en découle

Classification

machine, non validée

Prédiction automatique; les deux têtes enseignantes s’accordent sur ce qui est montré ici.

Devis d'étudeObservationnel
Domainenon disponible
GenreEmpirique

Le détail, modèle par modèle et score par score, se trouve en fin de page sous « Comment cette classification a été obtenue ».

En bref

Citations0
Publié2008
Routes d'admission1
Résumé présentoui

Explorer davantage

Même revueIPB Business School Repository (Bogor Agricultural University)Même sujetAgriculture and Agroindustry StudiesTravaux en français237 207